Kerusuhan Di Jayapura, Empat Warga Meninggal | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Kerusuhan Di Jayapura, Empat Warga Meninggal

Headline Penulis  Minggu, 01 September 2019 14:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Kerusuhan yang terjadi di Kota Jayapura, pada Kamis (29/8) hingga Jumat (30/8) menyebabkan empat orang meninggal dunia. Tiga jenazah masih berada di rumah sakit setempat, sedangkan satu jenazah telah dimakamkan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan persnya di Mapolda Papua, Sabtu (31/8) menyebutkan, Tiga jenazah ditemukan di sejumlah lokasi berbeda saat aksi unjuk rasa di Jayapura.

“ Jenazah ini ditemukan di lokasi berbeda, ada yang di pertigaan Jalan Kepala Dua Entrop, Distrik Jayapura Selatan dan belakang Kantor DPRP Papua, Distrik Jayapura Utara. Ketiga jenazah berjenis kelamin laki-laki,” terang Kamal.

Kamal menegaskan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian ketiga warga yang ditemukan saat unjuk rasa berlangsung. “Kami masih selidiki apakah berkaitan dengan unjuk rasa atau tidak,” kata mantan Wakapolresta Depok ini.

Dalam unjuk rasa anarkis itu, Kamal mengaku sejumlah anggota Polri juga mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu. Bahkan Kepala Bagian Operasional Polres Jayapura Kota Kompol Nursalam Saka masih menjalani perawatan medis akibat terkena lemparan batu.

Kepala Kantor Komnas HAM Papua Frits Ramandey saat ditemui wartawan, Sabtu (31/8)  mengaku telah menerima pengaduan masyarakat terkait kematian dua warga dalam aksi unjuk rasa di Jayapura. Komnas HAM Papua juga mendapat pengaduan dua warga hilang pasca unjuk rasa.

Frist mengaku belum mengetahui identitas empat warga tersebut. Namun dia menyatakan akan melakukan investigasi terkait pengaduan ini. “Di Jayapura sampai Jumat (30/8), kami menerima 4 pengaduan terkait korban kerusuhan. 1 orang di Argapura, 1 di belakang Kantor DPRP Papua dan 2 orang masih belum ditemukan,” beber Frist Ramendey.

Dia pun menyesalkan aksi unjuk rasa protes rasisme yang seharusnya damai malah berlangsung anarkis. “Kami sebagai mediator kalau orang – orang ditahan, tapi malah menjadi korban,” kata Frits dengan nada kesal.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus.  Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh.

 

Dibaca 93 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX