Dinas Pemberdayaan Perempuan, Fokus Beri Penguatan | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Anggota TP PKK saat menyimak materi (foto:iis) Anggota TP PKK saat menyimak materi (foto:iis)

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Fokus Beri Penguatan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 29 Agustus 2019 16:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Merauke, Olvi Mandala mengemukakan bahwa yang menjadi tugas pokok dari dinas ini adalah non pelayanan dasar atau hanya sebagai motivator, penggerak dan penguatan dalam melakukan proses pendampingan.

Ada dua institusi yang bergabung di dalam dinas yang ia pimpin saat ini, yaitu Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN. Adapun yang menjadi dasar hukum pihaknya dalam pelaksanaan tugas adalah Perda dan Perbup dimana hingga sekarang Perbup yang digunakan masih Perbup Nomor 51 Tahun 2018. Dalam melaksanakan kebijakan strategi, ada dua urusan penting yang harus difokuskan oleh dinas ini tetapi tetap berdasarkan RPJMD Kabupaten Merauke dari tahun 2016 hingga 2021.

“Oleh sebab itu pihak kami termasuk dalam misi 6 dan misi 5 Kabupaten Merauke sehingga dalam pelaksanaan kegiatan terkait dengan visi misi tersebut maka isu strategi yang harus dikerjakan yaitu fokus dalam pengendalian penduduk dan KB serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,”ujarnya di hadapan peserta Rakon TP PKK di Hotel Megaria belum lama ini. Ia menjelaskan, sejak tahun 70an silam, masalah kekerasan dalam rumah tangga sudah terjadi sehingga banyak kaum perempuan yang berjuang untuk melawannya.

Adapun yang menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak. Berkat perjuangan kaum perempuan inilah sehingga undang-undang akhirnya mengakomodir tentang perlindungan perempuan dan anak. Namun di dalamnya sudah mencakup seluruh anggota keluarga. Pihaknya juga fokus kepada sejumlah isu strategis lainnya seperti bonus demografi yang menjadi tanggung jawab kita dari pusat hingga ke kampung-kampung. Kemudian pendewasaan usia perkawinan dimana untuk di Kabupaten Merauke, hingga detik ini diketahui bahwa banyak persoalan rumah tangga rata-rata dialami pasangan yang menikah masih di bawah usia. Isu lainnya adalah keluarga berencana dan ekonomi serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Keempat isu ini yang harus disukseskan sampai di tingkat kampung.

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.