Lakotani: Gubernur Jawa Timur akan Merilis Permohonan Maaf | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Lakotani: Gubernur Jawa Timur akan Merilis Permohonan Maaf

Papua Barat Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 14:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Muhammad Lakotani, Wakil Gubernur Papua Barat dan secara pribadi, mengutuk keras pernyataan-pernyataan berbau rasis terhadap komponen anak bangsa.

“Mahasiswa kita ini adalah bagian dari komponen anak bangsa yang mesti mendapat perlakuan yang layak. Tidak boleh ada pernyataan-pernyataan yang berbau rasis,” tegas Lakotani kepada para wartawan di Jl. Yos Sudarso, Manokwari, Senin (19/8).

Lanjut Wakil Gubernur, pihaknya akan menindaklanjuti beberapa poin tuntutan massa. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Hj. Khofifah Indar Parawansa.

“Apa yang menjadi pemicu dan itu dapat diambil langkah oleh beliau, beliau akan mengambil langkah itu. Jadi, beliau akan membuat rilis permohonan maaf kepada para mahasiswa Papua dan seluruh masyarakat Papua jika ada pernyataan-pernyataan, baik itu oknum pemerintah, masyarakat atau kelompok masyarakat di Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur, baik di Malang maupun Surabaya,” terang Lakotani.

Dikatakannya, Gubernur Jatim sudah memberikan garansi supaya Wakil Wali Kota Malang segera mencabut pernyatan untuk memulangkan para mahasiswa Papua di Malang, sekaligus meminta maaf terhadap mahasiswa, menjamin keselamatan, serta menjamin mahasiswa Papua di Jawa Timur secara keseluruhan untuk menempuh pendidikan dengan baik.

Apabila memang ada tuntutan bahwa mahasiswa Papua ditahan, sambung Lakotani, maka Gubernur Jatim akan segera berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur.

“Ini sudah kami sampaikan secara langsung melalui telepon. Saya kira beliau memberikan perhatian yang sangat luar biasa, sehingga komunikasi kami tadi dengan beliau berjalan baik dan beliau akan segera menindaklanjuti,” tandas Wakil Gubernur. [FSM-R1] 

Dibaca 142 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX