Kantor Terbakar, Pimpinan OPD masih Tunggu Petunjuk Bupati untuk Kantor Sementara | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Kantor Terbakar, Pimpinan OPD masih Tunggu Petunjuk Bupati untuk Kantor Sementara

Papua Barat Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 14:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Ada empat kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Manokwari yang terbakar akibat aksi massa, Senin (19/8).

Empat kantor itu yakni kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Setda Kabupaten Manokwari.

Keempat kantor OPD tersebut terkena imbas akibat dibakarnya kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) oleh massa aksi.

Keempat kantor OPD itu memang berada dalam satu komplek dengan kantor MRPB di eks kantor Gubernur Papua Barat. Bahkan, kantor BPBD dan Bagian Perekeda berada satu gedung dengan kantor MRPB.

Pantauan Tabura Pos, Selasa (20/8), tampak staf dari empat OPD itu membersihkan puing-puing bangunan kantor. Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan karena semuanya ludes terbakar. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Manokwari, Ronny Tamaela, mengatakan tidak ada satu pun berkas dan sarana prasarana kerja yang diselamatkan dari dalam kantor. Itu karena kantor BPBD berada satu gedung dengan kantor MRPB dan berada di bagian tengah lantai satu gedung.

“Kantor kita pas di tengah, jadi sudah ada kebakaran di bagian depan, kita tidak bisa masuk karena asapnya sangat tebal,” ujarnya kepada Tabura Pos di halaman kantor MRPB, Selasa (20/8).

Menurutnya, semua peralatan kantor tidak ada yang bisa diselematkan. Termasuk di antaranya adalah alat-alat pencegahan dan penanganan bencana.

“Kita juga belum tahu apakah alat deteksi dini gempa ini masih bisa berfungsi atau tidak karena kemarin terkena panas akibat gedung sekitar yang terbakar,” katanya.

Bahkan, menurut dia, alat deteksi dini gempa juga nyaris dirusak massa. Namun, upaya pengrusakan itu berhasil dicegah.

“Kemarin ada yang sudah panjat dengan pegang kapak untuk merusaknya. Akhirnya saya teriak bilang itu alat deteksi dini gempa jadi kalau dirusak bencana datang kita tidak tau dan kita bisa mati semua, baru dia turun,” tuturnya.

Satu-satunya yang bisa diselamatkan, kata Tamaela, yakni kendaraan operasional BPBD. Dia memperkirakan total kerugian mencapai Rp 5 miliar.

“Itu karena banyak sekali peralatan pencegahan dan penanggulangan bencana yang ikut terbakar,” sebutnya.

Sementara itu, tampak kantor Satpol PP, Bagian Perekda, dan DLH Kabupaten Manokwari juga sudah ludes terbakar. Khusus Satpol PP, selain gedung kantor, salah satu truk milik Satpol PP yang berada di parkiran juga dibakar massa aksi.

Kepala DLH Kabupaten Manokwari, Dr. Yonadab Sraun, mengatakan bahwa hanya gedung kantor yang terbakar. Dokumen-dokumen kantor berhasil diselamatkan.

“Tetapi peralatan kantor lain seperti meja, kursi, komputer kantor, dan laptop milik staf itu dijarah saat aksi kemarin,” ujar Sraun kepada Tabura Pos di depan eks kantornya, Selasa (20/8).

Menurutnya, penjarahan itu dilakukan oknum masyarakat pada Senin siang saat gedung MRPB mulai terbakar. Saat itu, katanya, banyak stafnya belum bisa sampai ke kantor karena jalanan diblokade.

“Untung dokumen-dokumen sudah diamankan oleh staf pada pagi harinya,” sebut dia.

Dia menambahkan, awalnya gedung utama kantor DLH tidak terbakar. Yang terbakar hanya bangunan kecil di samping kantor, itu pun sudah dipadamkan staf yang ada saat itu menggunakan peralatan seadanya.

“Tapi mungkin karena padamnya tidak betul-betul padam, sehingga malam harinya api muncul lagi dan menyambar plafon kantor dan membakar semua gedung,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa berkantor karena belum ada bangunan yang bisa dipakai sebagai kantor. Pihaknya masih menunggu petunjuk dari Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan dan Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita yang dikonfirmasi terkait kantor sementara untuk empat kantor OPD yang terbakar, belum memberikan jawaban. [BNB-R4] 

Dibaca 199 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.