Banyak Aset yang Belum Dikembalikan Mantan Pimpinan dan Anggota Dewan | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Banyak Aset yang Belum Dikembalikan Mantan Pimpinan dan Anggota Dewan

Papua Barat Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 14:37 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Masih banyak aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat yang belum dikembalikan mantan pimpinan dan anggota DPR Papua Barat sesuai instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris DPR Papua Barat, Mathius Asmuruf mengakui, bukan hanya aset yang dipakai pimpinan dan anggota DPR Papua Barat periode 2014-2019 yang belum dikembalikan, tetapi juga dari periode 2009-2014.

“Dewan lama dan dewan baru juga belum serahkan. Ketua DPR Papua Barat periode pertama, Jimmy Idjie belum kembalikan kendaraan sampai hari ini, ada 3 unit,” ungkapnya kepada para wartawan di kantornya, belum lama ini.

Selain itu, ungkap dia, Ketua DPR Papua Barat periode 2009-2014, Johan Auri juga belum mengembalikan aset mobil dinas. “Masih banyak juga yang belum kembali, anggota dan komisi periode lama yang dibawa,” tambah Asmuruf.

Menurutnya, aset yang dibawa pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, sudah dilayangkan surat perihal pengembalian aset dari Pemprov Papua Barat, tetapi belum ada yang mengembalikan.

“Saya sudah melakukan itu, saya sudah sampaikan anjuran untuk dewan yang lama-lama untuk kembalikan aset. Kalau yang pimpinan-pimpinan, saya tidak menyurat, hanya anjuran saja, karena saya tidak berani,” katanya.

Untuk upaya pengembalikan dari pimpinan maupun anggota dewan periode ini, Asmuruf mengaku sudah menyurat, tetapi belum ada pimpinan yang mengembalikan aset kendaraan dinas.

“Mobil dinas pimpinan, belum ada yang kembalikan. Kalau Ketua, rumah bukan rumah dinas, karena dapat tunjangan sewa rumah,” jelasnya.

Sedangkan untuk rumah dinas DPR Papua Barat di Susweni, ia menjelaskan, sudah ada beberapa orang yang keluar, tetapi masih banyak yang tetap bertahan.

Terkait pengosongan rumah dinas DPR Papua Barat di Susweni, ia mengaku, pihaknya telah mengirimkan surat pertama untuk mengosongkan rumah dan surat pengosongan itu akan dikirimkan hingga 3 kali.

Ditegaskan Asmuruf, jika sampai 3 kali tidak diindahkan, pihaknya akan melakukan pengosongan secara paksa dengan melibatkan aparat keamanan.

“Surat kedua sudah mau menyusul. Kalau tidak, maka gabungan polisi yang akan kosongkan, karena itu bukan asetnya Setwan, itu asetnya pemerintah,” tandas Sekwan.

Bukan itu saja, Asmuruf mengaku, bukan hanya menertibkan aset yang dipakai pimpinan dan anggota dewan, tetapi dirinya juga akan menertibkan aset yang dipakai sejumlah pejabat di lingkungan Setwan, karena ada pejabat eselon III dan IV yang memakai mobil dinas.

“Ini yang akan saya tertibkan, termasuk saya juga akan kembalikan nanti kalau sudah pensiun,” ujar Sekwan.

Dicecar berapa jumlah kendaraan dinas yang telah dikembalikan ke Setwan oleh anggota DPR Papua Barat, Asmuruf mengaku tidak hafal jumlahnya. [SDR-R1] 

Dibaca 125 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.