Pentingnya Calon Pengantin Periksa Kesehatan | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Para peserta saat mengikuti sosialisasi (foto:iis) Para peserta saat mengikuti sosialisasi (foto:iis)

Pentingnya Calon Pengantin Periksa Kesehatan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 14:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Eri Akib mengemukakan bahwa sosialisasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin khususnya untuk Catin dan PPIA memiliki arti penting sehingga ketika istri mengandung maka dapat melahirkan anak yang sehat. Untuk itu sosialisasi perlu digiatkan terlebih bagi calon pengantin yang berusia muda agar mau memeriksakan diri sebelum masuk jenjang pernikahan. “Salah satunya dengan melakukan imunisasi Tetanus Difteri (TD) sehingga kesehatan calon pengantin juga terpantau,”ujarnya kepada wartawan di sela-sela sosialisasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin di Swiss-Belhotel belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengemukakan, yang menjadi peserta pada sosialisasi tersebut adalah para petugas kesehatan konseling di seluruh puskesmas. Demi kelancaran dan efektifnya sosialisasi maka perlu ada kerja sama dengan catatan sipil dan KUA karena untuk di lingkup KUA memang kartu imunisasi wajib ditunjukkan ketika akan mengurus pernikahan. Ia menegaskan bahwa ketika calon pengantin tidak melakukan imunisasi maka dikuatirkan terjadi infeksi atau tetanus pada bayinya nanti. Namun pada saat memeriksakan kesehatan juga akan dilakukan tes HIV dan sejumlah tahapan lainnya.

Oleh sebab itu baik calon pengantin pria maupun wanita, sama-sama penting untuk melakukan pemeriksaan. Pasalnya karena berkaitan dengan masalah reproduksi sehingga calon pengantin perlu mempersiapkan diri sejak awal. Ia menambahkan, jika yang bersangkutan sudah mendapatkan imunisasi di sekolah sebenarnya sudah tidak perlu lagi diimunisasi namun harus menunjukkan kartu yang dibutuhkan. Hal inilah yang sering menjadi kendala karena kartu mereka sering hilang. Padahal kartu tersebut harus disimpan dengan baik karena sangat penting, anggap saja sebagai ATMnya kita. Kalau sampai hilang maka sulit dipantau apalagi jika terjadi sejak masih SD,”pungkasnya.

Dibaca 58 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.