Jhon Gluba: Merauke Sudah Diindonesiakan | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Para tamu undangan coffee morning saat menyimak arahan Tokoh Masyarakat Papua Selatan, Jhon Gluba Gebze (foto:ist) Para tamu undangan coffee morning saat menyimak arahan Tokoh Masyarakat Papua Selatan, Jhon Gluba Gebze (foto:ist)

Jhon Gluba: Merauke Sudah Diindonesiakan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 14:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Tokoh Masyarakat Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze yang juga mantan Bupati Merauke menegaskan bahwa Merauke sudah diindonesiakan dan cukup banyak warga Indonesia dari daerah lain yang bermukim di daerah ini. Hal ini menjadi bukti bahwa Merauke benar-benar Indonesia dan sudah menjadi sebuah komitmen. “Saya ingin mengatakan dengan tegas, kalau bicara nasionalisme, harkat dan martabat maka kamilah satu bangsa yang dirahmati Tuhan di bumi raya yang mampu menjadi orang Indonesia.

Kami mampu melakukan itu dalam hidup bernusantara sehingga Bhineka Tunggal Ika tidak hanya menjadi simbol namun dapat diimplementasikan secara konkrit dan konfigurasi kebangsaan menjadi nampak,”tegasnya pada acara coffee morning di ruang rapat Kantor Bupati Selasa lalu. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa untuk di Kabupaten Merauke, tata kelola konfigurasi kebangsaan yang berintikan kebhinekaan dimana birokrasi Indonesia dan birokrasi di Kabupaten Merauke, keseimbangan proporsi kemajemukan yang ada harus diatur dengan baik. Pelihara kemajemukan yang ada, jangan sampai keserakahan lebih dominan menghanguskan kebhinekaan sehingga negeri ini menjadi tidak kaya dengan kemajemukan.

Kemajemukan harus menjadi paket yang kita jaga bersama. “Tidak ada kata lain, hanya tata kelola kita, itulah yang menjadi cerminan bahwa ada harmoni. Saya selalu berdoa agar Tuhan masih memelihara kita semua, terutama hati dan mata kita untuk melihat perbedaan yang ada sebagai kekayaan rahmati dari Tuhan. Kami adalah bangsa yang bermartabat yang disumbangkan untuk memperkaya kemajemukan Indonesia. Jika sudah menjadi komitmen dalam Bhineka Tunggal Ika maka itu harus ada harganya,”pungkasnya.

Dibaca 75 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.