Pasca Demo di Timika, Jumlah Kerugian Material Mencapai Rp 1 Miliar | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Kendaraan yang dirusak massa Kendaraan yang dirusak massa

Pasca Demo di Timika, Jumlah Kerugian Material Mencapai Rp 1 Miliar

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 13:01 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH mengatakan, pasca pengerusakan terhadap sejumlah fasilitas oleh sebagian massa yang tergabung Solidaritas Rakyat Papua Kota Timika Anti Rasisme (SRPKTAR) tercatat kerugian mencapai Rp 1 Miliar, yang mana kerugian terbesar ada pada Hotel Grand Mozza.

"Dari data tersebut, total yang paling banyak itu diderita oleh Hotel Grand Moza.Selain itu kendaraan yang pecah kacanya juga sudah kita data," kata Kapolres

Mimika,AKBP Agung Marlianto kepada wartawan saat ditemui seusai memimpin apel gabungan di halaman Sentra Pelayanan Polres Mimika,Rabu (21/8) malam.

Dari unjuk rasa yang berujung ricuh, tercatat tiga personel gabungan dari TNI Polri mengalami luka dibagian kepala karena dilempar, satu anggota TNI dari Denkav 3/SC terdapat dua jahitan karena terkena lemparan batu di bagian kepala, sama halnya dengang anggota Brimob dan anggota Dalmas yang mengalami
memar karena terkena lemparan di kepala.

"Jadi satu orang dari TNI mengalami luka jahitan di kepala dan dua orang dari Kepolisian, yaitu satu orang dari Polres dan satu dari anggota Brimob itu mengalami luka memar. Saat ini sudah dalam perawatan dan tidak mengalami luka serius," ungkapnya.

 

Personel Disiagakan Amankan Sejumlah Fasilitas Pemerintah

 


Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH mengatakan, mengantisipasi adanya kericuhan susulan, sejumlah personel gabungan TNI-Polri disiagakan di sejumlah fasilitas pemerintah.

Sejumlah fasilitas pemerintah yang dijaga seperti kantor DPRD Mimika, Kantor Pusat Pemerintahan, kantor BPJS Ketenagakerjaan, rumah jabatan Bupati, rumah kediaman Sekda, Lapas Kelas II B Timika dan bandara.

Penempatan personel gabungan akan ditempatkan berdasarkan tingkatannya, yang mana pengamanan tersebut terdiri dari pihak TNI dari Kodim 1710/Mimika, Denkav 3/SC, Yon B Brimob Timika, Satgas Aman Nusa dan Polres Mimika.

“Kita lakukan pengamanan di kantor DPRD itu ada 1 pleton dari denkav, 1 pleton dari Brimob Satgas Aman Nusa, Kantor Pemkab Mimika ith 1 pleton dari Brimob, 1 pleton dari TNI kemudian di kantor BPJS ketenagakerjaan, di rumah negara masing-masing satu regu, kediaman Bupati dan Sekda. Karena ancamannya sudah mengarah kesana,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan agar situasi Mimika tetap aman dan kondusif.

“Intinya situasi masih terkendali,” ungkapnya.

 

34 Orang Terlibat Kericuhan Diproses Hukum

 

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH


Timika, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S.IK, MH mengatakan, 34 dari 45 orang yang diamanakan pada saat demo damai yang berujung ricuh yang dilakukan oleh Solidaritas Rakyat Papua Kota Timika Anti Rasisme (SRPKTAR) di kantor DPRD Mimika, Rabu (21/8), setelah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian.

“Ada 34 orang yang bisa kita lanjutkan proses penegakan hukum dari 45 sudah kita sortir 34 orang,” kata Kapolres Mimika ketika ditemui di halaman Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (21/8).

Ia menjelaskan, dari 34 orang yang diamankan, sebanyak 13 orang diamankan pada pagi hari sebelum dilakukan aksi demo, mereka melakukan pemalangan sekaligus memaksa dan meminta ban bekas serta bensin dan alat-alat lainnya yang tujuannya untuk menimbulkan kekacauan pada saat demo berlangsung.

“Ada 13 orang yang kita amankan pukul 07.30 Wit tadi pagi karena melakukan pemalangan sekaligus memaksa untuk meminta ban bekas dan membawa bensin kemudian alat-alat berbahaya lainnya untuk menimbulkan kegiatan anarkis,” jelasnya.

13 orang yang diamankan aparat gabungan kedapatan membawa bendera bintang kejora sehingga langsung diamankan oleh petugas. Dalam kondisi tersebut, pihak Kepolisian mengidentifikasi adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan demo tersebut untuk membuat rusuh.

“Pada saat kita amankan kita temukan bendera bintang kejora disitu dan ada penumpang gelap yang memanfaatkan momen dan berhasil diamankan oleh TNI Polri dan itu bisa kita proses,” ungkapnya.

 

Situasi Mimika Berangsur Kondusif

 


Pasca aksi demo damai yang berujung ricuh yang dilakukan oleh Solidaritas Rakyat Papua Kota Timika Anti Rasisme (SRPKTAR) setelah sejumlah mahasiswa di Surabaya mendapatkan penghinaan rasisme, situasi di kota Timika berangsur normal kembali, hanya saja sejumlah personel gabungan TNI-Polri tetap disiagakan di sejumlah fasilitas pemerintah di Kabupaten Mimika, guna mengantisipasi terjadinya penyerangan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

“Situasi di Kabupaten Mimika sudah pulih kembali, aktifitas dari masyarakat sudah normal dan lancar, pasca pembubaran massa karena ada kgiatan anarkis di pos pintu masuk dan pintu keluar kantor DPRD Mimika,” kata Kapolres Mimika ketika ditemui usai memimpin apel di halaman Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (21/8).

Ia menjelaskan, malam ini pihaknya akan menggelar patrol dialogis untuk seluruh kota Timika, yang mana bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Mimika agar aktifitas masyarakat bisa kembali normal.

“Untuk malam ini kita laksanakan patroli untuk menjamin supaya tidak ada kegiatan yang sifatnya nanti kotraproduksif, jadi kita berusaha untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat terutama masyarakat luas untuk bisa melaksanakan kegiatan dengan baik,” jelasnya.

Terlepas dari adanya giat patroli yang dilakukan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Mimika terutama Tokoh agama, Tokoh masyarakat agar bisa memberikan pemahaman kepada warganya agar tetap menahan diri dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum, sehingga Kabupaten Mimika bisa tetap aman dan kondusif.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat terutama tokoh-tokoh untuk menggandeng dan bekerjsama untuk menjaga situasi dengan komunitas masing-masing agar Mimika ini tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

 

Polisi Selidiki Bekas Tembakan Di Tembok dan Kaca Mobil



Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami adanya bekas tembakan di tembok rumah warga yang dilepaskan bukan dari senjata organic milik TNI-Polri di sebuah rumah di jalan Cendrawasih, Rabu (21/8).

“Tadi pukul 18.00 Wit kita mendapat informasi dari salah satu pemilik dealer disamping hotel 66 itu ditemukan bekas tembakan,” kata Kapolres Mimika ketika ditemui usai memimpin apel di halaman Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (21/8).

Ia menjelaskan, awalnya dikira bekas tembakan yang dikeluarkan oleh senjata organic TNI-Polri, namun setelah dilihat pada bagian kaca dan tembok bekas tembakan diduga bukan berasal dari senjata organic milik TNI-Polri.

“Mereka berpikir bahwa bekas tembakan senajata organik dari TNI-Polri tapi setelah dilihat dari bekasnya baik di kaca maupun tembok,” jelasnya.

Untuk memastikan hal tersebut, pihak Reskrim Polres Mimika dan Unit Identifikasi Polres Mimika mendatangi TKP untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Saat ini Kasat Reskrim dengan unit Identifikasi masih mengecek kebenarannya pemiliknya bukan proyektil sengaja api organik tapi senjata rakitan seperti doorlock yang sengaja ditembakan ke petugas,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya berpesan kepada seluruh personel gabungan agar terus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada rekan-rekan agar meningkatkan kewaspadaan jangan sampai terkena senjata tersebut,” tuturnya.

Dibaca 123 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX