FKUB Papua Minta Pemprov Libatkan Tokoh Agama dalam Tim Investigasi | Pasific Pos.com

| 5 December, 2019 |

Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi Papua Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi Papua

FKUB Papua Minta Pemprov Libatkan Tokoh Agama dalam Tim Investigasi

Sosial & Politik Penulis  Selasa, 20 Agustus 2019 20:40 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Pasca persekusi mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu, Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi Papua meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melibatkan tokoh agama dalam tim investigasi yang akan dikirim ke Kota Surabaya.

Hal ini diungkapkan Ketua FKUB Papua Pdt Lipiyus Biniluk saat memberikan keterangan persnya di Kantor FKUB Papua, Selasa (20/8).

Ia pun memberikan apresiasi terkait respon pemerintah Jawa timur dan Pemerintah Papua yang cukup positif menangani persoalan mahasiswa Papua di Kota Surabaya. Dia meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian hukum kepada aparat kepolisian.

“Kami mengapresiasi semangat warga Papua yang melakukan demonstrasi di Jayapura yang memperjuangkan harga diri Papua dengan aman dan damai,” kata Lipiyus.

FKUB Papua mendukung Persekutan Gereja – Gereja Papua (PGGP) yang telah mengambil inisiatif mengeluarkan seruan agar umar beragama berdoa untuk keamanan dan kerukunan di Papua dan Indonesia.

Dia pun meminta Presiden Jokowi agar membuat kebijakan pembangunan yang berpihak dan melibatkan orang asli Papua. “Seluruh mahasisiwa di Indonesia diimbau agar tenang, fokus belajar dan tetap menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” pesan Lipiyus.

Berkaca dari persoalan di Surabaya, FKUB Papua mengimbau aparat keamanan, baik di Papua maupun luar Papua bertindak profesional dan tidak represif dalam menyingkapi reaksi-reaksi mahasiswa Papua.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua akan mengirimkan tim ke Pulau Jawa dalam menyingkapi insiden kekerasan mahasiswa yang terjadi di dua provinsi pada wilayah tersebut, baru-baru ini.

Tim ini melibatkan semua unsur, mulai dari Pemerintah Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, Majelis Rakyat Papua serta awak media massa. Pemerintah Papua belum bisa mengambil keputusan terkait nasib mahasiswa Papua di tiga wilayah tersebut.

“Nanti ada tim yang akan dibentuk menyingkapi insiden kekerasan di Kota Suraya, Jawa Timur, dan Malang Jawa Tengah. Apakah mahasiswa di Jawa Timur dan Jawa Tengah akan dipulangkan ke Papua, nanti kita melihat situasinya,”terang Gubernur Papua Lukas Enembe dalam konferensi persnya, Minggu (18/8) malam.

Dibaca 91 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik