Komit Wujudkan Perguruan Tinggi Ramah Disabilitas, ‘FKIP UNMUS Gelar FGD’ | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Jajaran Unmus berfoto bersama usai kegiatan (foto:iis) Jajaran Unmus berfoto bersama usai kegiatan (foto:iis)

Komit Wujudkan Perguruan Tinggi Ramah Disabilitas, ‘FKIP UNMUS Gelar FGD’

Papua Selatan Penulis  Selasa, 20 Agustus 2019 13:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-FKIP UNMUS belum lama ini menggelar FGD serta rapat koordinasi inovasi pembelajaran khusus di perguruan tinggi dengan mengusung tema ‘perguruan tinggi yang ramah disabilitas’. Kegiatan tersebut dibuka oleh Warek 1 Unmus, Maria V.I.Herdjiono dan turut dihadiri oleh Dekan FKIP, Yeni Pasaribu dan perwakilan guru dan SLM Anim Ha. Kegiatan yang berlangsung sehari di ruang rapat dekanat tersebut menjadi sarana diskusi dan bertukar pendapat antara pihak Unmus dan SLB terkait demi kelancaran saat bertugas di lapangan.

Oleh sebab itu perwakilan dari pihak SLB banyak memberikan masukan dan saran-saran kepada jajaran Unmus khususnya dalam menyepakati beberapa hal yang akan diimplementasikan saat mengajar. Wandi, S,Pd salah satu guru SLB Anim Ha dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada pihak Unmus karena selaku akademisi yang telah memfasilitasi para siswa SLB. Oleh sebab itu perlu disampaikan beberapa hal agar tidak menimbulkan masalah bagi mahasiswa di kemudian hari. Untuk anak berkebutuhan khusus sendiri, terdiri dari 6 jurusan dan ada jurusan di mana anak-anak tersebut memang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi terutama di FKIP. Adapun kategori sebagai pendidik antara lain harus cerdas dalam menyampaikan materi dan memberikan solusi kepada siswa.

Jurusan tuna grahita memang membutuhkan perhatian khusus. Oleh sebab itu Unmus sebagai penyelenggara akademisi khususnya bagi yang sudah mengambil jurusan tuna grahita agar dapat dievaluasi kembali. Pasalnya, anak tuna grahita kerap menghadapi masalah dalam hal belajar, penyesuaian diri, gangguan bicara atau bahasa dan kepribadian. “Oleh sebab itu bagaimana seorang guru tampil di hadapan siswa yang ternyata masih ada merasa malu-malu. Untuk tuna grahita juga terbagi-bagi mulai grahita ringan, sedang, berat dan sangat berat. Ditambah lagi dengan IQ yang sangat terbatas,”ujarnya. Ia berharap saat proses perekrutan mahasiswa baru khususnya FKIP agar dapat dipersiapkan dalam hal psikologi dan diuji IQ yang bersangkutan. Jadi dapat diketahui kemampuan berpikir mahasiswa tersebut sehingga menghasilkan produk guru yang berkualitas.

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.