PLN Terus Lakukan Pembangunan | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Nampak petugas PLN saat bekerja (foto:ist) Nampak petugas PLN saat bekerja (foto:ist)

PLN Terus Lakukan Pembangunan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 15 Agustus 2019 16:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Dalam membangun atau melistriki desa-desa di Tanah Papua ini memiliki tantangan tersendiri. Selain kondisi geografis yang cukup sulit dilalui, jauhnya jarak masing-masing desa juga menjadi tantangan untuk melistriki desa. Namun, keadaan seperti itu tidak membuat surut semangat PLN untuk menerangi Bumi Cenderawasih. Sejak bulan Mei lalu, PLN Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat (UIWP2B) melakukan pembangunan jaringan listrik di Papua dan Papua Barat. Target yang dimiliki dalam membangun jaringan yaitu sebanyak 340 desa di tahun 2019 dimana telah terealisasi 152 desa hingga juli. Salah satu desa yang sedang dilakukan pembangunan jaringan adalah Desa Putali yang berada di Distrik Ebungfa, Sentani.

Berdasarkan rilis dari pihak PLN, diketahui bahwa Desa Putali merupakan salah satu desa yang terkena bencana banjir sentani beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum menikmati listrik. PLN telah membangun jaringan baik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) atau pun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) serta beberapa gardu. JTM yang telah dibangun sepanjang 3,25 kms dengan JTR 6,55 kms. Pasokan daya yang akan disalurkan kepada Desa Putali berasal dari Sistem Jayapura dimana daya yang rencananya akan disalurkan sebesar 150 kw. Putali merupakan salah satu Desa yang terletak di sekitar Danau Sentani dimana terdapat kurang lebih 200 kepala keluarga didalamnya. Pendistribusian material ke desa tersebut adalah salah satu kesulitan yang dihadapi PLN untuk menerangi desa tersebut. Tidak hanya itu, bencana banjir sentani beberapa waktu lalu juga menjadi salah satu faktor yang menghambat untuk melistriki desa Putali.

“Dalam mendistribusikan material ke Desa Putali, kami lakukan dengan menggunakan perahu kecil. Dan saat ini, material sudah dalam tahap pemasangan,”ujar General Manager PLN UIWP2B Ari Dartomo. Ari menambahkan bahwa tidak hanya di Desa Putali, namun pembangunan kelistrikan desa-desa di Tanah Papua memiliki berbagai tantangan sehingga membutuhkan usaha yang ekstra. Pembangunan jaringan listrik di Desa Putali diharapkan dapat selesai pada tahun ini. “Bangun jaringan kalau di kota tidak susah, tapi kalau bangun di desa tentu memiliki kesulitan tersendiri. Kami harapkan pekerjaan pembangunan jaringan dapat segera terselasaikan di tahun ini, sehingga masyarakat di Desa Putali bisa menikmati listrik segera,” kata Ari.

Tidak hanya itu, untuk di Kabupaten Merauke yang merupakan daerah yang ikonik sebagai ujung timur Indonesia itu kini siap bertransformasi menuju sistem kelistrikan yang lebih handal. Hal itu ditandai dengan pembangunan PLTMG Merauke 20 MW yang kelak diharapkan mampu menggantikan fungsi PLTD yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan listrik di Merauke. Perjuangan menuju transformasi ini tentu tidak mudah. Sebagai wilayah yang didominasi areal rawa, PLTMG ini dibangun di atas pancang sedalam 30 m. Bahkan material seperti pasir dan bebatuan harus didatangkan dari luar Merauke menggunakan kapal. Jarak tempuh yang jauh serta kapal kontainer umum yang mempunyai banyak rute singgah menjadi cerita yang melengkapi perjuangan melistriki Kilometer 0 Indonesia Timur ini.

Sedangkan di Yapen, PLN meresmikan 8 desa baru berlistrik di Kabupaten Kepulauan Yapen menjelang HUT ke-74 Republik Indonesia, Kamis, 8 Agustus 2019 didampingi oleh Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar. Desa-desa tersebut adalah desa Kurudu, Kayupuri, Andesaria, Manusundu, Manukwar, Kirimbi, Mansesi dan Doreamini.

Delapan desa yang terletak sekitar 3,5 jam perjalanan laut dari Serui menggunakan speedboat ini merupakan bagian rencana program Listrik Desa Tahun 2019 dari PLN UIWP2B. Saat ini PLN menggunakan 2 unit pembangkit masing-masing 100 kVA dan 50 kVA untuk menerangi 8 desa itu. "Ini adalah komitmen kami untuk melistriki seluruh pulau di wilayah Papua dan Papua Barat. Perlu perencanaan yang matang agar pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Akhirnya setelah 74 tahun Indonesia merdeka, Kurudu dan desa lainnya dapat menikmati listrik,"Ari Dartomo.

Sementara untuk saat ini potensi pelanggan di delapan desa tersebut mencapai 341 pelanggan. Tahap awal PLN akan melayani 6 jam nyala setiap harinya. Jam nyala tersebut nantinya akan bertambah menyesuaikan kebutuhan serta kapasitas pembangkit. "Terima kasih sebesar-sebesarnya kepada PLN UIWP2B atas kerja kerasnya sehingga listrik di sini (Kurudu) sudah bisa menyala," ungkap Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar. Delapan desa baru ini menambah jumlah desa berlistrik untuk tahun 2019 menjadi 160 dari total target 340 desa. PLN terus berupaya agar masyarakat di desa-desa lain yang belum menikmati listrik dapat secepatnya telistriki. Semoga hal ini dapat menjadi hadiah yang indah untuk masyarakat Kepulauan Yapen.

Upaya lain yang dilakukan PLN juga sukses ketika Idul Adha 1440 H yang jatuh pada hari Minggu, 11 Agustus 2019 dimana PLN menyiagakan 840 personil untuk mengamankan pasokan listrik di Wilayah Papua dan Papua Barat. Personil tersebut terbagi dari 120 petugas operator pembangkit dan 120 petugas piket distribusi, 100 petugas administrasi dan 500 petugas pelayanan teknik. Seperti di Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Walesi, Wamena yang sudah mempersiapkan dan melakukan pemeliharaan di berbagai sisi sebelum Hari Raya seperti turbin, generator dan intake (bendungan) agar pasokan listrik dapat tersalurkan dengan baik ke pelanggan.

PLTMH yang saat ini dapat mensuplai 2,5 MW tersebut memiliki tugas untuk membantu memasok tenaga listrik ke beberapa daerah di Wamena dan sekitarnya. Guna memastikan keandalan sistem pembangkit tersebut, 5 personil disiapkan sebelum dan saat perayaan Hari Raya Kurban ini. Salah satunya adalah Muhammad Nur Syahril. Pria asli Sulawesi Selatan ini telah bertugas sebagai operator PLTMH Walesi selama 6 tahun. Ia yang bertanggungjawab agar pembangkit terus andal dalam menyuplai listrik ke pelanggan.

"Ya, sudah 6 tahun saya di sini (PLTMH Walesi). Praktis sudah 6 kali Idul Adha saya lewati tanpa pulang ke kampung halaman,” ujarnya. Enam kali hari raya tanpa bersama keluarga memang tidak mudah. Suka dan duka pasti dirasakan. Meski begitu, bersama petugas lainnya,  Nur Syahril selalu siap dan ikhlas menjalaninya. "Awalnya sedih karena tidak bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga, tapi karena sudah terbiasa dan ini merupakan tanggung jawab saya, ya saya jalani. Yang terpenting masyarakat Pegunungan Tengah, khususnya Wamena dapat menikmati listrik dan beribadah dengan khusyuk", tambahnya.

Setali tiga uang, masyarakat Wamena yang merayakan Idul Adha 1440 H juga berharap demikian. Distrik Walesi adalah satu dari beberapa lokasi di Wamena yang melangsungkan salat Idul Adha. Harapan mereka kurang lebih sama, agar listrik aman sehingga mereka dapat merayakan momen hari raya ini dengan nyaman. Melalui Muhammad Nur Syahril dan petugas lainnya lah tanggung jawab itu diemban. "Harapan kami pasti saat Idul Adha listrik tidak ada gangguan. Terima kasih untuk PLN, khususnya para petugas yang telah menjaga listrik tetap aman saat kami merayakan Iduladha bersama keluarga. Semoga menjadi berkah untuk para petugas", pungkas salah satu warga muslim di Distrik Walesi.

Saat ini daya mampu sistem di Papua dan Papua Barat adalah 330 MW dengan beban puncak pemakaian mencapai 278 MW. Meskipun beberapa lokasi memiliki cadangan daya yang lebih, namun hal tersebut belum menjamin bahwa tidak akan ada gangguan, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. “Personil dituntut agar selalu waspada dan mengurangi potensi gangguan yang akan terjadi. Apabila ada gangguan di luar jadwal pemeliharaan, pelanggan dimohon dapat segera menghubungi contactcenter 123,”ujar Ari Dartomo.

Dibaca 96 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.