Workshop Merauke Berkarya ’Saatnya Orang Muda Bicara Dalam Karya’ | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Franky Wohel, salah satu pembicara saat memberikan materi (foto:iis) Franky Wohel, salah satu pembicara saat memberikan materi (foto:iis)

Workshop Merauke Berkarya ’Saatnya Orang Muda Bicara Dalam Karya’

Papua Selatan Penulis  Senin, 12 Agustus 2019 20:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kegiatan workshop ‘Merauke Berkarya’ yang berlangsung di Mr.Bean Caffee Sabtu lalu mendapat sambutan positif dari para peserta yang memang didominasi oleh anak-anak muda Merauke. Terlebih lagi tiga sosok pembicara yang dihadirkan adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya. antara lain Franky Wohel selaku pemain FTV yang pernah tayang di ANTV dan memiliki pengalaman saat sekolah akting, lalu pembicara berikutnya yaitu Seno Aji Pamungkas yang berkompeten dalam teknik shooting dan pengambilan gambar serta Iwan Trilaksana yang juga merupakan pekerja film, aktif dalam berbagai aktifitas shooting maupun promo/komersil.

Disertai dengan sedikit humor dan canda tawa, workshop siang itu semakin meriah dan membuat semangat para peserta. Adapun beberapa hal yang dibahas dalam kegiatan tersebut lebih fokus dalam konten kreasi berupa video. Kegiatan ini dimotori oleh Komunitas Merauke Vid Gram dan disponsori oleh Sampoerna. Kontes bisa dalam bentuk film, short movie, komedi sketsa bahkan bakat olahraga seni yang divideokan. Dalam materinya, Franky turut menayangkan cuplikan-cuplikan saat dirinya menjadi salah satu pemain FTV yang tayang di salah satu televisi swasta nasional ternama dan menjelaskan tentang karakter peran yang ia mainkan saat itu. Franky juga menceritakan perjuangannya untuk untuk bisa menjadi seorang pemain film televisi mengalahkan sejumlah kandidat dari luar Papua. Tentunya menjadi sebuah kebanggaan karena dirinya mendapat lampu hijau dan akhirnya dipanggil ke Jakarta. “Ketika mengikuti casting saya lolos dalam dua kategori, yaitu presenter dan akting. Saat pengumuman saya berhasil keluar dengan predikat the best presenter dan bukan di akting,”jelasnya.

Keberuntungan memang masih berada di tangan Franky karena ia diberikan kesempatan untuk mencicipi dunia akting bahkan masuk sekolah akting. Adapun judul FTV pertama yang ia mainkan berjudul ‘Jakarta, Cinta dan Cita-Cita’. Franky saat itu menjadi anak Merauke pertama yang berhasil diajak bermain film dan tayang di TV nasional, tepatnya pada tahun 2009 silam. Lalu ia mendapatkam tawaran film yang kedua dengan judul ‘Di Mana Ada Budi’ namun karena bersamaan dengan sebuah kegiatan penting sehingga ia tidak bisa mengambil tawaran tersebut. Masih ada lagi filmnya yang ketiga berjudul ‘Paris Van Java’ dari manajemen yang sama namun lagi-lagi ia terpaksa menolak karena kesulitan membagi waktu dengan pekerjaan dan harus bolak balik Merauke-Jakarta.

Sementara itu Iwan Trilaksana menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya workshop tersebut karena memiliki banyak manfaat bagi anak muda yang ada di Kota Rusa. Khususnya kepada pihak penyelenggara karena telah memberikan wadah bagi anak-anak Merauke agar dapat menciptakan suatu karya yang berkualitas. Jadi tidak hanya berdasarkan pengalaman atau secara otodidak tetapi juga disertai dengan teori pendukung dari orang-orang yang berpengalaman di bidangnya.

Dibaca 81 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.