572 Siswa ADEM dan ADIK Siap Lanjutkan Studi ke Luar Papua | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

572 Siswa ADEM dan ADIK Siap Lanjutkan Studi ke Luar Papua

Headline Penulis  Selasa, 11 Agustus 2015 17:36 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Laurens Wantik, M.Pd, SI.

Jayapura,- Sebanyak 572 siswa dari program  afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Papua siap melanjutkan pendidikan perguruan Tinggi dan SMA/SMU yang sudah terakreditas A di pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi dan Maluku.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua melalui Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Laurens Wantik, M.Pd, SI, kepada wartawan di Press Room Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (10/8) kemarin, mengatakan  program  afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dari 350 orang yang mengikuti tes dinyatakan lulus sebantak 320 orang dari seluruh Kabupaten/Kota se Papua. Sementara Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) yang mengikuti tes sebanyak 315 orang, lulus 252 orang.
‘’Untuk program ADEM mereka (siswa-red) yang masuk region Jayapura sudah berangkat, sementara region Merauke dan Baik berangkat tanggal 13 Agustus mendatang,’’ ujarnya.
Untuk program ADIK, Laurens mengatakan, Pemerintah hari ini akan mengumumkan kelulusannya melalui email Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se Papua. Setelah itu, rencanya mereka akan diberangkatkan tanggal 10 s/d 31 Agustus 2015.
Sementara untuk biaya pendidikan, Laurens menjelaskan, biaya pendidikan bagi program ADIK dan ADEM semuanya ditanggung oleh Kementerian Pendidikan Menengah dan Kebudayaan dan Menenterian Riset Teknologi dan Pergurunagan Tinggi selama 4 tahun study, sementara uang saku Rp 1 juta per bulan, sementara dari Provinsi Papua juga diberikan Rp 1 juta per bulan bagi seluruh penerima beasiswa, tetapi biaya dari provinsi sebagian disisikan untuk asuransi kesehatan,” urainya.
Jadi, Saat ini sedang dilakukan pembekalan untuk program ADEM, sementara program ADIK tidak sempat melakukan pembekalan alasan waktu sangat mepet,’’ katanya.
Laurens menambahkan, dari 29 Kabupaten/Kota se Papua, hanya kabupaten Mamberamo Raya, Tolikara dan Deiyai tidak mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti tes di Jayapura karena alasan tidak ada biaya.
Tambahnya lagi, untuk kekurangan kuota Program ADEM, Wantik mengatakan Pemerintah masih diberikan waktu untuk mencari siswa dari keluarga yang tidak mampu atau anak yatim piatu.
Oleh karena itu, masyarakat Asli Papua yang ingin anaknya masuk program ADEM, kiranya dapat segera mendaftarkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua selama jam kerja, disertai dengan surat keterangan tidak mampu dari Ketua RT atau keluarahan serta Kartu Keluarga. (Bams)

Dibaca 1826 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX