Korban Bentrok Antar Pelajar Akhirnya Meninggal | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Korban Bentrok Antar Pelajar Akhirnya Meninggal

Headline Penulis  Rabu, 12 Agustus 2015 12:30 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Nelson Tabuni (18) pelajar korban bentrok dua Sekolah di Kabupaten Jayawijaya, akhirnya meninggal dunia pada Selasa (11/8) diniari, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura.
Nelson Tabuni, pelajar SMA Negeri 1 Wamena tewas akibat pendarahan parah pada selaput jantung, yang disebabkan luka panah dibagian dada dalam bentrokan antar pelajar SMA di halaman Gedung Serbaguna Yapis Wamena.
Wakil Direktur RSUD Dok II Jayapura, dr. Anton Mote mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan penanganan yang terbaik dengan mendatangkan para dokter spesialis untuk melakukan pperawatan terhadap kroban. Pihaknya juga telah melakukan langkah persiapan pembedahan tubuh korban yang terkena panah.
“Panah yang tertusuk didada korban menembus tulang dada dan menembus ruang selaput jantung, hingga terjadi penumpukan darah diruang pembungkus jantung. Akibatnya kjantungnya sulit memompa darah,” terangnya, Selasa (11/8).
Kata dr Anton, penumpukan darah pada bagian ruang pembungkus jantung,  menyebabkan penurunan fungsi jantung korban. “Jadi saat kami sedang melakukan perawatan dan mempersiapkan beberapa metode pengobatan yang akan digunakan, pasien (korban) tidak kuat bertahan, karena jantungnya sulit untuk bergerak kembali,” kata Anton.
Ia menambahkan, setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak Rumah Sakit langsung membawa pasien ke ruang Jenazah RSUD Dok II Jayapura untuk dibersihkan. “Kami sudah melakukan yang terbaik dalam perawatan pasien, tetapi memang luka panah yang dialami cukup parah,” imbuhnya.
Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menyatakan, jenazah Nelson Tabuni telah diterbangkan ke Wamena dengan mengunakan Pesawat Jayawijaya Air, pukul 13.00 WIT. Setibanya di Bandara, jenazah dijemput Sekda Jayawijaya dan Wakapolres Jayawijaya dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wamena bersama para guru.
”Jenazah dikawal mobil Ford Lalu lintas Polres Jayawijaya dan mobil POM ketika diantar ke rumah duka di Kampung Mam 5, Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya,” terang mantan Wadir Intelkam Polda Papua ini. (Syaiful)

Dibaca 715 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX