Julianus: PKB Menjadi Alat Pemersatu | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Merauke, Julianus Pofit saat member sambutan (foto:iis) Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Merauke, Julianus Pofit saat member sambutan (foto:iis)

Julianus: PKB Menjadi Alat Pemersatu

Papua Selatan Penulis  Jumat, 09 Agustus 2019 17:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Merauke, Julianus Pofit mengemukakan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PUK K-SPSI dan manajemen PT.BIA adalah milik bersama. Jadi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena PKB menjadi alat pemersatu di dalam perusahaan. Sehingga jika ada permasalahan atau kendala maka dapat dibicarakan secara bersama dan dicari solusi yang tepat. “Semua dapat dibicarakan, jika ada permasalahan yang terjadi di lingkup perusahaan maupun pekerja. Semua sudah tertuang dalam PKB sebagai penuntun kita dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ”terangnya pada penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PUK K-SPSI dan manajemen PT.BIA di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa lalu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk lebih memudahkan maka ia menghimbau agar PKB tersebut dapat dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi semacam buku saku yang dapat dipegang oleh masing-masing. Dengan begitu, ketika terjadi permasalahan maka bisa dilihat di dalam buku saku tersebut, baik untuk pihak manajemen maupun pekerja. Dalam melaksanakan pekerjaan, baik perusahaan maupun pekerja saling terkait.

Sebab perusahaan tidak dapat beroperasi jika tidak ada pekerja dan begitupun sebaliknya, pekerja ada juga karena perusahaan. Oleh sebab itu sebagai pekerja tiada hari tanpa bekerja dan untuk pengusaha, tiada pengusaha tanpa bekerja. Dijelaskan, guna menunjang kesejahteraan yang lebih baik maka dapat dilakukan dengan cara menunjukkan loyalitas kepada perusahaan sehingga perusahaan akan selalu memperhatikan para pekerjanya. Tidak ada perusahaan atau manajemen yang ingin mencari keuntungan sendiri tanpa memperhatikan karyawan.

Seperti yang sudah dilakukan oleh PT.BIA selama ini sudah cukup baik dan termasuk diperhitungkan di Indonesia. Julianus menegaskan, konfederasi memiliki 16 SP yang di antaranya meliputi pertanian, perkebunan, maritimdan lain sebagainya. Semua tergabung menjadi satu dalam wadah SPSI dan merupakan wakil seluruh serikat dimana di Indonesia hampir mencapai 50 serikat. “Namun yang mewakili serikat pekerja hinga ke pihak ILO adalah serikat pekerja yang kita miliki ini. Jadi tidak percuma ketika menjadi anggota DPC Kabupaten Merauke. Untuk kepengurusan dari pusat sampai ke daerah memiliki pakar termasuk di Merauke juga demikian.

Dibaca 89 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik