Pukul Orang, Oknum Brimob Diberikan Sanksi Kode Etik | Pasific Pos.com

| 15 October, 2019 |

Pukul Orang, Oknum Brimob Diberikan Sanksi Kode Etik

Papua Barat Penulis  Jumat, 09 Agustus 2019 15:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Oknum anggota Brimob Polda Papua Barat berinisial R hanya akan diberi hukuman secara internal berupa hukuman disiplin dan sanksi kode etik lantaran ikut menganiaya atau memukul korban berinisial ZH (44 tahun).

Kasus pemukulan terhadap korban yang juga pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat, terjadi di Jl. Trikora, Arfai, Manokwari, Minggu (4/8) sekitar pukul 11.00 WIT.

Setelah penganiayaan tersebut, korban terpaksa menjalani perawatan medis di RSAL dr. Azhar Zahir, Manokwari akibat menderita luka di wajah dan mengalami patah di bagian rahangnya.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Herry R. Nahak membenarkan tentang kasus pemukulan itu. Dirinya mengaku sudah memerintahkan Kasat Brimob Polda Papua Barat dan Propam Polda Papua Barat untuk menangani kasus ini secara cepat dan internal.

Dia menyayangkan insiden itu, karena tidak seharusnya anggota Polri seenaknya melakukan pemukulan terhadap masyarakat, apalagi hingga melibatkan masyarakat dalam situasi itu.

Dikatakannya, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pendekatan terhadap pihak korban, tetapi bukan bermaksud mempengaruhi korban, tetapi menyampaikan permohonan maaf atas nama Polri, dalam hal ini Polda Papua Barat atas insiden tersebut.

“Memang terjadi pemukulan, tetapi itu sebetulnya karena salah paham. Itu diawali cekcok saat hampir terjadi tabrakan dan memancing emosi kedua belah pihak, lalu melibatkan masyarakat yang ada di sekitarnya,” jelas Nahak kepada para wartawan di Polda Papua Barat, Kamis (8/8).

Nahak mengaku, dirinya sudah menyerukan terhadap seluruh jajarannya supaya ‘jangan gampang memukul orang’.[AND-R1] 

Dibaca 146 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini