Sejumlah Pecatur Terbaik Gabung Papua | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Manajer Catur PON Papua, Ariadi SE Manajer Catur PON Papua, Ariadi SE

Sejumlah Pecatur Terbaik Gabung Papua

Olahraga Penulis  Rabu, 07 Agustus 2019 21:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jakarta, Sejumlah pecatur putra dan putri terbaik yang dimiliki Indonesia bergabung dengan tim PON Papua. Seperti Yosep Taher Master FIDE, Baiq Vina Lestari Master Fide. Dengan bergabungnya sejumlah pecatur itu, maka potensi atau peluang Papua meraih emas pada PN XX semakin besar. Hal itu diungkapkan Pelatih Indonesia Kristianus Liem.

“Saya kira dengan bergabungnya Yosep Taher ke Papua, maka potensi Papua sebagai tuan rumah PON untuk meraih medali semakin terbuka lebar,”ujar Kristianus Liem pelatih yang selama belasan tahun ini dipercaya membawa pecatur papan atas Indonesia ke event-event internasional.

Menurutnya, Yosep Taher memiliki kemampuan catur yang mumpuni, meskipun tanpa pelatih khusus. “Yosep ini punya skill catur yang bagus, sekalipun dia lebih banyak belajar sendiri melalui komputer. Dia selalu ikut turnamen taraf internasional yang diikuti grand master terbaik dunia yang membuat kemampuannya semakin matang dan baik,”kata Kristianus Liem saat ditemui di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi.

Dari berbagai turnamen resmi yang diikuti Yosep Taher, berhasil meraih medali emas dan perak. Bahkan, dari 5 pertemuan Yosep Taher dengan pecatur nomor satu Indonesia Grand Master Susanto Megaranto di turnamen bergengsi, Yosep unggul 3 1/2 vs 1 1/2.

Manajer Catur PON Papua, Ariadi SE mengatakan, dengan bergabungnya sejumlah pemain itu, harapan Papua meraih medali akan semakin besar. “Mereka yang gabung ini punya sederat prestasi, baik di PON maupun event Internasional, kami optimis catur Papua akan cetak sejarah raih medali di PON,”ujarnya.

Ariadi juga berterima kasih kepada KONI Papua yang sudah menfasilitasi bergabungnya pecatur terbaik Indonesia itu ke tim Papua. “Kita sangat mengapresiasi langkah KONI, sehingga Papua akan tampil dengam pecatur handal dalam PON mendatang,”paparnya.

Ketua Harian Pengprov Percasi Papua Ventje Ropa WN, PN mengungkapkan ada 7 pecatur yang bergabung dengan tim catur PON Papua, dan mereka punya pengalaman serta sederet prestasi. “Percatur yang bergabung ini, cukup punya nama, masuk jajaran pecatur terbaik Indonesia, sehingga kami optimis akan menyumbang medali pada PON mendatang,”kata Ventje.

Ia melanjutkan, 7 pecatur yang bergabung dengan tim PON Papua adalah, Yosep Theolofius Taher Master FIDE, Baiq Vina Lestari Master FIDE, Alya Sekar Kinarsih Master FIDE, Ivana Maria T Lasama Master Nasional Wanita, Rida Mutiani Masyer Nasional Wanita Reza Fajar Nugraha Master Nasional, Suyud Hartoyo Master Nasional. “Sebagian masih pemain muda namun sudah punya prestasi, mereka akan bergabung dengan pemain Papua sebelumnya seperti Albert Mebri, Agus Sugianto Master Percasi dan John Tene.

Ventje melanjutkan, dengan bergabungnya berbagai pecatur terbaik itu, pihaknya menunggu langkah selanjutnya dari KONI, guna menuntaskan segala sesuatu menyangkut proses transfer pemain. “Ini yang kami tunggu, semua proses transfer tuntas, agar seanjutnya fokus pada pelatihan terpusat,”harap Ventje.

Sekum Pengprov Percasi Papua Banjir Ambarita SE, MP, PNM juga menyatakan rasa optimis dengan bergabungnya beberapa pecatur putra dan putri terbaik Indonesia ke tim PON Papua. “Kami optimis Papua akan sumbang medali emas pada PON mendatang dari catur, apalagi pelatih Indonesia Kristianus Liem sudah demikian,”ujar Ambarita.

Yosep Taher menjadi salah satu andalan Papua untuk mendulang emas di PON. “Untuk nomor catur cepat dan kilat pada saat ini, saya kira Yosep Taher yang terbaik, ini berdasarkan hasil berbagai tirnamen yang dikeluarkan PB Percasi,”ucapnya.

Apalagi, Yosep Taher belakangan ini selalu mengikuti berbagai turnamen Internasional yang diikuti berbagai grand master terbaik dunia. “Seperti saat ini, Yosep sedang ikuti turnamen Cina Open, tentu akan menambah jam terbang dan kematangannya, dan diharapkan hingga PON skillnya semakin matang,”tandas Ambarita.

Dibaca 145 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.