Terlibat Skandal Jual Beli Amunisi, Tiga Prajurit TNI Ditangkap | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto

Terlibat Skandal Jual Beli Amunisi, Tiga Prajurit TNI Ditangkap

Headline Penulis  Rabu, 07 Agustus 2019 21:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura - Terlibat skandal jual beli amunisi kepada kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang melibatkan oknum anggota TNI AD di Papua akhirnya terkuak.

Sejak akhir Juli tepatnya tanggal 24 Juli 2019, tim gabungan TNI-Polri sudah mengamankan 3 anggota TNI dan sejumlah warga sipil yang diduga kuat terlibat kasus ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun terungkapnya skandal jual beli amunisi ini bermula dari tertangkapnya seorang warga berinisial J di Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (23/7/2019) lalu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap J, selanjutnya tim gabungan TNI-Polri mengamankan Pratu MSF, anggota Yonif 754/Eme Neme Kangasi (ENK) Kostrad, pada Rabu (24/7/2019).
Pada hari berikutnya, tim gabungan mengamankan seorang warga berinisial BD yang sedang melakukan transaksi jual beli amunisi di Timika. Dari tangan BD, tim gabungan menyita 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah BD, tim gabungan kembali mengamankan 35 butir amunisi kaliber 5,56 mm.

Dari pengakuan BD, amunisi yang disimpan di rumahnya adalah milik Pratu MSF, sementara ratusan amunisi yang hendak diperjualbelikan adalah milik Pratu MSF dan Pratu OP.
Ketika Pratu MSF tertangkap, secara bersamaan dua anggota TNI menghilang dari satuannya, Pratu OP anggota Brigif 20/IJK Kostrad dan Pratu DAT anggota Kodim 1710 Mimika.
Penyelidikan terus berlanjut, tim gabungan TNI-Polri terus mencari keberadaan dua anggota TNI yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini.

Keberadaan Pratu OPM berhasil terendus di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Ia akhirnya dibekuk tim gabungan Koramil 1503/Dobo dan Subdenpom 1503/Dobo di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, pada Rabu (31/7/2019).

Pada 1 Agustus 2019, Pratu MSF dan Pratu OPM diterbangkan ke Makassar untuk menjalani proses hukum di Markas Divisi Infanteri III Kostrad di Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Empat hari berselang, Pratu DAT, anggota Kodim 1710 Mimika diamankan tim gabungan TNI dari Korem 181/PVT dan Kodim 1802 Sorong di sebuah rumah di distrik (kecamatan) Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Setelah sempat menjalani pemeriksaan di Kodim 1802 Sorong dan ditahan sementara di Denpom XVIII-1 Sorong, akhirnya Pratu DAT dibawa ke Jayapura.

"Tersangka akan menjalani proses penyelidikan dan penyidikan di Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII Cenderawasih. Sementara proses hukum dua tersangka lainnya ditangani Kostrad," ujar Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto di Jayapura, Selasa (6/8/2019).

Pratu DAT, oknum prajurit TNI yang diduga terlibat jual beli amunisi dengan KKSB telah ditahan di Markas Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua.
Oknum anggota Kodim 1710/Mimika itu ditangkap di Sorong, Papua Barat, pada Minggu (4/8), setelah sempat buron selama dua pekan. Ia lalu diterbangkan ke Jayapura pada Selasa (6/8) siang tadi.

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Inf Pio L. Nainggolan yang dihubungi melalui telphon selullernya mengatakan, penangkapan Pratu DAT merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang sipil terduga jaringan KKSB di Timika.

Dikatakannya, terhitung tanggal 19 Juni 2019 Pratu DAT sudah bertugas selama 1 tahun 11 bulan sebagai Juru Tulis Bagian Tata Usaha di Kodim 1710/Mimika.

Menurut Dandim, ketiganya memiliki kedekatan khusus karena berasal dari daerah yang sama, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka juga pernah berada di kesatuan yang sama.

"Pratu DAT sudah diserahkan ke Pomdam XVII Cenderawasih. Selanjutnya mari kita percayakan kepada Pomdam Kodam XVII Cenderawasih untuk penanganan kasus ini," ujar Dandim.

Dandim Nainggolan mengingatkan seluruh prajurit TNI di wilayah Mimika agar hal yang sama jangan sampai terulang kembali. "Jadikan kasus ini cambuk untuk tidak melakukan hal yang sama, ataupun melakukan pelanggaran lainnya. Apalagi berhubungan dengan KKSB, ini merupakan suatu permasalahan sangat serius," ujarnya.

Dibaca 168 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX