Klinik Kuda Manis akan Diikutkan dalam Lomba Inovasi Pelayanan Tingkat Provinsi | Pasific Pos.com

| 12 November, 2019 |

Klinik Kuda Manis akan Diikutkan dalam Lomba Inovasi Pelayanan Tingkat Provinsi

Papua Barat Penulis  Rabu, 07 Agustus 2019 12:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Klinik Keuangan Daerah Manokwari Bisa (Klinik Kuda Manis) yang dilaksanakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari menjadi salah satu inovasi pelayanan terbaik dalam pengelolaan keuangan.

Oleh karena itu, Klinik Kuda Manis akan diikutkan dalam lomba inovasi pelayanan di tingkat Provinsi Papua Barat. Kepala BPKAD Kabupaten Manokwari, Ensemy Mosso mengatakan bahwa sejak Klinik Kuda Manis launching, proses pelayanan pengelolaan keuangan sudah berjalan dengan baik. Hanya saja, kata dia, untuk mengubah pola lama yang dipakai selama dalam memberikan pelayanan butuh waktu.

“Kita mengubah ruangan gampang, tapi mengubah manusia dengan mindset yang selama ini dia lakukan agak repot, tapi dengan adanya klinik ini ada beberapa nilai positif,” sebutnya.

Kepala Bidang Akuntansi pada BPKAD Kabupaten Manokwari, Rita Mariana yang menggagas adanya klinik tersebut, kata Mosso, meraih ranking satu dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan tingkat III (Diklat) Pim III di Makassar baru-baru ini. Mariana mengalahkan peserta lain dari empat kabupaten di Provinsi Papua Barat yang sama-sama mengikuti Diklat Pim III.

“Tadi Pak Sekda di apel memberikan apresiasi kepada BPKAD Kabupaten Manokwari yang menduduki peringkat I dalam Pim III kemarin yang dilakukan lewat Ibu Rita,” kata Mosso kepada wartawan di kantornya, Senin (5/8).

Dia mengajak OPD-OPD lain untuk bergandengan tangan dan memacu peningkatan pelayanan kepada masyarakat. BPKAD melalui Klinik Kuda Manis, katanya, fokus dalam pelayanan pengelolaan keuangan. Dengan demikian, ke depan proses penatausahaan dan pelaporan keuangan berjalan sesuai dengan mekanisme.

“Kami terus berupaya Klinik Kuda Manis ini kita akan mendaftarkannya untuk mengikuti lomba inovasi pelayanan yang dilakukan di tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, slogan Manokwari Bisa memiliki makna harus bisa dalam segala hal. Apa pun, kata dia, harus bisa dilakukan. “Kalimat Manokwari Bisa artinya kita bisa, kita dulu tidak bisa tapi harus bisa, bangkit. Ini perlu dukungan dari semua stakeholders OPD yang ada,” tukasnya.

Rita Mariana mengatakan bahwa ide membuat klinik itu bermula ketika dalam membantu pimpinan melaksanakan tugas diketahui sistem pengelolaan keuangan di Kabupaten Manokwari belum sesuai harapan.

“Pas ikut Diklat Pim III, memang harapan sudah ada, harapan, keinginan ada, teorinya dapat di pendidikan, jadi (ibarat) panci ketemu tutup. Jodohlah di situ dan diimplementasikan di kegiatan sesuai tupoksi,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mengubah sesuatu tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses. Namun, dirinya punya keyakinan dari awal bahwa Manokwari Bisa dapat diwujudkan.

“Yang tadinya pengelolaan keuangan antara OPD dan BPKAD tidak sinkron, tidak ada chemistry, dengan adanya klinik ini menjadi satu kesatuan antara BPKAD selaku pembina pengelola yang ada di OPD,” ujarnya.

Bila menjadi satu kesatuan, lanjutnya, akan ada persepsi yang sama antara BPKAD dengan OPD terkait pengelolaan keuangan. Dengan begitu, harapan Kabupaten Manokwari memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dapat terwujud.

“Jadi ada satu persamaan persepsi, sehingga apa yang diharapkan ke depan LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) Kabupaten Manokwari bisa dicapai yaitu Wajar Tanpa Pengecualian dan kualitas dalam pengelolaan keuangan lebih baik lagi,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa Klinik Kuda Manis kini telah berjalan, jika dalam perjalanannya masih ada kekurangan akan diperbaiki. “Ini sambil jalan nanti kurangnya apa akan kita perbaiki. Mungkin masalah tata tertib, administrasi, aturan tetap kita ini lakukan, tetap kita sampaikan terus-menerus bukan satu kali saja, tapi berulang-ulang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, menyampaikan selamat kepada pejabat eselon III yang telah menyelesaikan Diklat Pim III. Dia berharap agar inovasi-inovasi yang dipertahankan saat ujian program perubahan (proper) dapat direalisasikan di OPD masing-masing.

Jika setiap peserta Diklat Pim III dari Kabupaten Manokwari, merealisasikan proper di masing-masing OPD, maka wajah Pemerintah Kabupaten Manokwari akan sangat terlihat posiif. “Kita lihat di belakang saya ini, ini salah satu proper. Perubahan-perubahan ini yang sangat kita harapkan. Jangan ada bahasa bahwa ‘sudah ikut pendidikan pulang sama saja, tidak ada perubahan’. Tetapi kita berharap pendidikan yang ditempa, pendidikan yang pemerintah berikan kepada kita ada nilai tambah yang kita bawa dalam tugas keseharian kita di lingkungan di mana kita berada, terutama untuk inovasi dan kreativitas di OPD masing-masing,” pungkasnya. (BNB-R3) 

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX