Pemodal Besar Diduga “Bermain” dalam Penyewaan Lapak Pasar | Pasific Pos.com

| 19 January, 2020 |

Pemodal Besar Diduga “Bermain” dalam Penyewaan Lapak Pasar

Papua Barat Penulis  Selasa, 06 Agustus 2019 13:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Beberapa pemodal besar diduga “bermain” dalam sewa-menyewa lapak pasar. Hal itu dapat merugikan keuangan daerah karena tidak ada kontrak dengan Pemkab Manokwari.

Tak hanya itu, ada indikasi provokator terkait tidak dimanfaatkannya pasar mama-mama Papua di kompleks Pasar Sanggeng karena di lokasi itu ada praktik perjudian.

“Sewa los ini sesuai hasil identifikasi ada beberapa yang pemilik modal besar bermain di situ, mereka jual-jual los itu, sewa. Padahal tiak ada kontrak, MoU dengan pemda, itu tidak dibenarkan,” kata Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinas Perindagkop dan UKM) Kabupaten Manokwari, Teguh Budi Prakoso, kepada para wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya, untuk penjual yang menempati los, harus ada kontrak dengan Pemkab Manokwari. Jika sudah memiliki kontrak dengan pemerintah daerah, kata dia, penjual harus berjualan di los tersebut.

“Ada kontrak, sehingga dia berjualan di situ ya di situ, tidak mengubah bangunan itu karena ada beberapa yang melakukan itu dan ada beberapa yang diidentifikasi menjual los, itu tidak boleh,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa ada sejumlah mama-mama Papua yang memiliki los untuk berjualan, tapi menjual atau menyewanya kepada orang lain. Oleh karena itu, meski memiliki los, dia tidak berjualan di losnya tapi malah berjualan di luar.

“Ada beberapa mama Papua yang menyewa ke penjual lain. Karena tidak menjual, dia menyewanya kepada orang lain dan dia menjual di luar. Padahal, lapaknya ada di dalam situ. Jadi dia sewakan lagi, ini yang tidak benar. Jadi yang begitu akan ditertibkan,” tegasnya.

Khusus untuk lapak-lapak yang diperuntukkan bagi mama-mama Papua, menurutnya, sudah dibagi berdasarkan distrik. Dengan demikian, siapa pun yang berjualan, sudah ada lokasi sesuai distrik asalnya.

“Lapak mama Papua yang ada di situ (Pasar Sanggeng) sudah diarahkan kepada beberapa distrik. Jadi kalau sudah dibagikan berdasarkan distrik siapa pun yang masuk ke situ dia boleh berjualan. Tidak ada istilah ini meja saya, ini lapak saya, tidak ada lagi. Jadi siapa pun dari distrik ini sudah ada lokasinya. Dengan demikian bisa bergantian,” sebutnya.

Teguh pun menyebut pasar mama-mama Papua terindikasi ada provokator karena di lokasi itu ada praktik perjudian. Di situ juga, kata dia, ada indikasi pungutan liar (pungli).

“Untuk pasar mama-mama Papua terindikasi ada provokator di situ karena di situ ada tempat perjudian, bola guling, kartu, itu pada sore dan malam hari yang sebenarnya mengganggu. Tapi ada dalangnya, nanti kita tertibkan karena ada juga pungutan liar (pungli). Yang menyewakan itu kan pungli, nanti kita tertibkan. Kami juga berharap tim Saber Pungli tetap berjalan karena beberapa yang sudah ditemukan,” pungkas Teguh. (BNB-R3) 

Dibaca 142 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik