Papua Jadi Target Restorasi Gambut | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Dr.Myrna A.Safitri berfoto bersama peserta (foto:iis) Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Dr.Myrna A.Safitri berfoto bersama peserta (foto:iis)

Papua Jadi Target Restorasi Gambut

Papua Selatan Penulis  Senin, 05 Agustus 2019 19:58 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Dr.Myrna A.Safitri mengemukakan bahwa Papua merupakan salah satu provinsi yang menjadi target restorasi gambut dan pada 6 Januari 2016 silam,Presiden Jokowi membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai lembaga non structural yang ada di bawah presiden dan bertugas melakukan koordinasi dan memfasilitasi kegiatan restorasi gambut di tujuh provinsi yang meliputi Papua, Kalimatan dan Sumatera. “Kegiatan restorasi ini adalah upaya cepat pemerintah untuk mengatasi kerusakan dan degradasi ekosistem gambut yang salah satu indikatornya adalah kebakaran hutan dan lahan terparah pada 2015 silam.

35% area yang terbakar merupakan ekosistem gambut,”ujarnya pada sosialisasi pengelolaan gambut di Swiss-Belhotel Merauke belum lama ini. Lebih lanjut dikemukakan, gambut merupakan ekosistem yang unik karena kemampuan lahan gambut sangat besar dalam menyerap karbon. Oleh sebab itu ketika lahan gambut terbuka dan terjadi kebakaran maka akan mengeluarkan gas beracun yang cukup banyak termasuk karbon. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh lembaga antariksa Amerika bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor menemukan fakta bahwa ketika musibah kebakaran hebat terjadi tahun 2015 silam terdapat puluhan gas beracun di udara.

Salah satunya adalah sianida dan sangat berbahaya jika gasnya tersebar di udara. “Ini sangat membahayakan bagi kita, tidak saja secara ekonomi tetapi juga kerugian jangka panjang dalam hal kesehatan yang dialami oleh kita dan anak-anak. Bank Dunia bahkan membuat laporan bahwa di saat musibah kebakaran itu terjadi menyebabkan kerugian ekonomi hingga 221 trilyun yang meliputi kerugian dari aspek pertanian, perkebunan, kehutanan dan tidak beroperasi alat-alat transportasi,”jelasnya. Myrna menambahkan, salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan. Apalagi dari 2,6 juta hektar lahan yang terbakar pada 2015 silam, seluas 800 ribu hektar lebih ada di ekosistem gambut. Jika kebakaran terjadi di ekosistem gambut maka perlu upaya pemadaman yang berbeda dengan kebakaran yang terjadi di lahan-lahan mineral.

Dibaca 91 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX