Tumbuhkan Minat Masuk Sastra Inggris, ‘Mahasiswa Diajak Praktek Langsung’ | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Dosen Pengampu Jurusan Sastra Inggris FKIP Universitas Musamus, Winona Wilhelmina Welliken, S.Sos (foto:iis) Dosen Pengampu Jurusan Sastra Inggris FKIP Universitas Musamus, Winona Wilhelmina Welliken, S.Sos (foto:iis)

Tumbuhkan Minat Masuk Sastra Inggris, ‘Mahasiswa Diajak Praktek Langsung’

Papua Selatan Penulis  Minggu, 04 Agustus 2019 20:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Hampir 3 tahun sudah Winona Wilhelmina Welliken, S.Sos mengajar mahasiswa semester 6 pada jurusan Sastra Inggris FKIP Universitas Musamus dimana dirinya dipercaya menjadi dosen pengampu untuk mata kuliah broad casting. Dalam mata kuliah broad casting sebagai salah satu mata kuliah pendukung yang ia handle saat ini, Winona berupaya untuk dapat menumbuhkan minat dan semangat mahasiswa di jurusan tersebut. Oleh sebab itu dalam proses belajar mengajar, ia berupaya mengajak mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan sehingga bisa melihat langsung proses yang ada.

Ia mengakui mahasiswa saat antusias ketika bisa melakukan praktek langsung bahkan ada yang baru pertama masuk ke stasiun radio. Ia berharap ada daya tarik bagi mahasiswa untuk masuk ke jurusan Sastra Inggris karena sebenarnya memiliki peluang kerja yang cukup menjanjikan. Memang masih banyak anak muda yang berorientasi untuk menjadi PNS begitu lulus namun sebenarnya masih ada peluang lain. Dengan masuk ke jurusan Sastra Inggris dapat mendorong mereka untuk lebih kreatif dan dapat terjun ke dunia industri. Bahkan para mahasiswa bisa menjadi broad caster-broad caster muda ditambah lagi jika media membuka peluang untuk lulusan sarjana.

Selama ini kerja sama sudah terjalin dengan sejumlah media seperti LPP RRI Merauke, Merauke TV dan Kompas TV sehingga mahasiswa lebih mudah memahami tentang dunia broad casting. Jadi dalam satu semester ia membagi waktu antara teori dan praktek di lapangan sehingga mahasiswa bisa melihat langsung proses penyiaran sebuah informasi atau berita. Ternyata mahasiswa menjadi tahu bahwa proses yang harus dilalui tidak semudah yang dibayangkan. “Belum lama ini mahasiswa sudah melalui ujian akhir semester dan saya benar-benar fokus membawa mahasiswa untuk bisa melihat langsung proses penyiaran di RRI. Kebetulan sudah ada program RRI Net sehingga mahasiswa bisa belajar untuk memproduksi tayangan dimana saat itu tentang budaya,”ujarnya kepada wartawan di Swiss-Belhotel Merauke belum lama ini.

Dibaca 99 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.