Mobil Listrik Kasuari Diharap Jadi Kendaraan Nasional | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Ketua Tim PLN-ITS Explore Indonesia from Sabang to Merauke, Agus Mukhlisin Bersama tamu undangan saat tiba di Sota (foto:iis) Ketua Tim PLN-ITS Explore Indonesia from Sabang to Merauke, Agus Mukhlisin Bersama tamu undangan saat tiba di Sota (foto:iis)

Mobil Listrik Kasuari Diharap Jadi Kendaraan Nasional

Papua Selatan Penulis  Minggu, 04 Agustus 2019 20:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Tim PLN-ITS Explore Indonesia from Sabang to Merauke, Agus Mukhlisin mengemukakan bahwa kendaraan listrik di Indonesia khususnya otomotif memiliki potensi yang luar biasa. Untuk sepeda motor saja, Indonesia membutuhkan 8 juta unit baru pertahun. Sedangkan untuk mobil dibutuhkan hingga 1 juta unit. Namun sampai saat ini belum ada produk lokal dari Indonesia di bidang otomotif. “Oleh sebab itu kami termotivasi untuk mengembangkan kendaraan listrik ini dengan harapan dari usia yang masih bayi ini kelak bisa menjadi kendaraan nasional,”jelasnya pada kegiatan PLN-ITS Explore Indonesia from Sabang to Merauke di kawasan perbatasan Sota, Jumat (2/8).

Pihaknya juga sudah mengembangkan sepeda motor listrik dimana pada tahun 2015 silam untuk pertama kali dilakukan dan sekarang mulai diproduksi secara masal dengan brand ‘Gesit’. Bedanya, kalau Gesit melalui rute dari Jakarta ke Bali sedangkan mobil Kasuari dari Sabang sampai Merauke. Pihaknya memiliki keinginan besar untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara bahwa sebenarnya Indonesia mampu. Untuk itu perlu adanya sinergitas antara lembaga pendidikan, lembaga penelitian, industri dan pemerintah. Dengan suksesnya Mobil Listrik Kasuari melalui Sabang Merauke maka sudah menunjukkan adanya sinergitas antara pemerintah, industri dengan lembaga pendidikan.

"Perjalanan kami hingga sampai ke Merauke ini dimulai pada Desember 2018. Selama kurang lebih 8 bulan kami telah melewati pulau-pulau besar di Indonesia, mulai dari ujung barat hingga tiba di sini (Merauke)," ujarnya. Mobil listrik yang diproduksi pihaknya diberi nama Kasuari karena mengambil nama burung yang terkenal di wilayah Papua. Mobil tersebut memang masih ‘bayi’ sehingga pihaknya berupaya untuk meremajakan mobil tersebut dengan cara mengelilingi Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.
Menurut Agus Mukhlisin, mobil listrik ini diklaim lebih hemat energi ketimbang mobil konvensional pada umumnya sehingga, dari sisi biaya bahan bakar pun dapat lebih efisien. Untuk 1 kwh, mobil listrik bisa menempuh 5-6 km. Perbandingannya bila mobil konvensional berbahan bakar bensin menempuh 10 km, (dengan biaya yang sama) mobil listrik bisa sampai 25 km. Sementara untuk pengisian daya dari nol hingga terisi penuh membutuhkan waktu 4 jam.

Dibaca 49 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX