Kapolsek Ransiki Amankan 50an Kubik Kayu Tanpa Dokumen | Pasific Pos.com

| 5 December, 2019 |

Kapolsek Ransiki Amankan 50an Kubik Kayu Tanpa Dokumen

Papua Barat Penulis  Kamis, 01 Agustus 2019 23:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP - Kapolsek Ransiki Iptu Otto Woff menjelaskan bahwa pihak Polsek Ransiki pada Senin (29/07) mengamakan puluhan kayu olahan milik beberapa pengusaha yang tidak mengantongi izin ataupun salah mengunakan izin usaha tersebut.

“Jadi kita sudah police line beberapa tempat yakni di Yekwandi  Distik Momiwaren dan  dan daerah pintu Angin. Untuk saat ini sudah kita police line, kita sudah cari tahu pemiliknya dalam waktu dekat kita akan panggil pemiliknya dan kita akan proses sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Untuk Sampai saat ini baru 4 orang. Mereka selama ini olah kayu di Windesi. Kalau mau dibilang mereka ini pemain lama, ada yang punya izin ada yang sudah mati,” jelas Woff.

Bahkan menurut Kapolsek Woff, sampai saat ini sudah memeriksa 4 orang saksi yang terdiri dari operator, anak buah truk, dan sopir.

“Untuk kita panggil pemiliknya kita masih periksa saksi-saksi, sampai saat ini artinya sekarang mereka masih bermain sendiri, belum ada yang dibekingi,” tegas Woof.

Bahkan dalam kesempatan tersebut dirinya juga menambahkan bahwa jumlah kayu yang berhasil di police line mencapai 50an kubik kayu. 

Selanjutnya dirinya menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari keluhan dari warga masyarakat bahwa ada keluhan dari para sopir bahwa jalan Windesi tersebut rusak parah akibat para sopir truk memaksakan kendaraannya untuk mengangkut kayu melewati ruas jalan tersebut dan dari hasil laporan tersebut pihak Polsek ransiki melakukan penelusuran benar atau tidak informasi yang disampaikan oleh warga masyarakat.

Dan Setibanya di lokasi tersebut ditemukan benar adanya sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh masyarakat dan dalam kesempatan tersebut ditemukan para operator kayu yang mengolah kayu di badan jalan.

“Jadi awalnya itu dari pembuatan jalan dari sini menuju ke Wondama nah di situ pada saat kering tidak ada persoalan atau masalah sementara pada saat hujan sulit dilalui oleh kendaraan. Jadi kerusakan jalan tersebut ada dua hal yang pertama mobil truk mengangkut material melewati jalan tersebut lalu yang kedua ada aktivitas pengolahan kayu di badan jalan. Setelah kita melakukan pengecekan ternyata betul ada pengolahan kayu di badan jalan bahkan ada aktivitas bongkar muat kayu tanpa faktur pengangkutan,” Jelas Woff.

Selanjutnya dirinya menambahkan bahwa dari ke 4 pemilik kayu tersebut, sebagian besar tidak menggunakan nama sendiri, artinya mengolah kayu dengan izin atas nama orang lain, sehingga semuanya itu sudah menyalahi aturan.

"Jadi kegiatan ini diberikan kepada orang di Manokwari Selatan, tetapi dalam pelaksanaannya dipakai oleh orang-orang di Manokwari. Untuk melakukan kegiatan pengolahan kayu yang dimaksud. Jadi yang keluarkan izin itu dari Provinsi kepada  orang-orang yang ada di Manokwari Selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan mereka yang ada di Manokwari,” tambah Woff lagi.

Dengan demikian, dalam waktu dekat jika keterangan dari para saksi tersebut sudah dikumpulkan maka, Kapolsek Ransiki akan melakukan pemanggilan terhadap para pemilih kayu tersebut. [CR35] 

Dibaca 117 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Trending Topik