RSUD Direkomendasikan Turun Kelas, Pemkab Manokwari akan Sampaikan Sanggahan | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

RSUD Direkomendasikan Turun Kelas, Pemkab Manokwari akan Sampaikan Sanggahan

Papua Barat Penulis  Kamis, 01 Agustus 2019 23:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dari 615 rumah sakit yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk turun kelas, salah satunya adalah RSUD Manokwari. Terkait rekomendasi ini, Pemkab Manokwari akan menyampaikan sanggahan ke Kementerian Kesehatan.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, mengakui RSUD Manokwari merupakan salah satu rumah sakit yang direkomendasikan Kemenkes untuk turun kelas.

Untuk itu, Pemkab Manokwari, menyikapi itu dengan memaksimalkan waktu sanggah hingga 12 Agustus mendatang dengan menyampaikan sanggahan dan melakukan perbaikan.

Kepada Tabura Pos di kantor Distrik Manokwari Timur, Rabu (31/7), Bupati Mandacan mengatakan bahwa ada perbaikan yang dilakukan manajemen rumah sakit milik Pemkab Manokwari itu. Perbaikan dengan menginput item-item yang belum diinput ke sistem.  “Tadi direktur sudah ketemu, ada beberapa item yang belum diinput, tapi masih ada kesempatan sampai 12 Agustus, jadi ada perbaikan,” tegasnya.

Dia mengakui belum diinputnya sejumlah item itu turut menyebabkan Kemenkes merekomendasikan RSUD Manokwari turun kelas dari C ke D. Soal item apa saja yang belum diinput tersebut, Bupati meminta untuk dikonfirmasiken ke Direktur RSUD Manokwari.

Dia menambahkan bahwa rumah sakit-rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas tidak hanya di Manokwari, tapi di seluruh Indonesia dengan titak mencapai 615 rumah sakit. “Tapi ada (masa) sanggahan, tadi direktur sudah ketemu. Nanti ada sanggahan, ada yang belum diinput di system,” tukasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Meryta Oktaviane Rondonuwu, mengatakan rekomendasi penurunan kelas rumah sakit itu tidak memiliki hubungan langsung dengan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari. Rekomendasi itu, kata dia, merupakan salah satu upaya dari Kementerian Kesehatan untuk memperbaiki layanan rumah sakit.

Menurutnya, meski sudah ada rekomendasi, namun rumah sakit yang direkomendasikan belum diturunkan kelasnya dan masih diberikan kesempatan memberikan sanggahan jika menilai penilaian Kemenkes itu keliru.

“Selama masa sanggahan selama 28 hari, jika rumah sakit tidak memberikan sanggahan, maka tiga bulan kemudian akan diturunkan kelasnya. Jika rumah sakit keberatan dan memberikan sanggahan, maka akan ada tim dari Kemenkes turun lagi melakukan penilaian di rumah sakit tersebut,” sebutnya kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Oleh karena itu, kata dia, tidak ada dampak langsung kepada BPJS Kesehatan. Namun, dampak itu, pada ketersediaan sarana prasarana di daerah.

Namun demikian, menurut dia, jika RSUD Manokwari nantinya turun kelas, maka dalam kasus-kasus tertentu pasien akan dirujuk ke Sorong atau Makassar.

“Kami juga kemarin sudah diundang untuk ikut pertemuan di rumah sakit. Intinya rumah sakit akan berusaha memperbaiki data kemudian meningkatkan sarana prasarana agar tetap layak dinilai sebagai rumah sakit kelas C. Jadi masih dalam proses,” sebutnya.

Kalaupun nanti benar-benar turun kelas, menurutnya, BPJS Kesehatan pun belum langsung menerapkan penyesuaiannya. Butuh sekitar 3-6 bulan setelah penurunan kelas sebelum BPJS Kesehatan menerapkan pembayaran sesuai kelas terbaru rumah sakit. “Tapi kami berharap dia tetap sesuai kelasnya dengan catatan dia memperbaiki sesuai dengan rekomendasi itu,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alfred Bandaso, mengatakan bahwa akan ada tim visitasi untuk penilaian apakah rekomendasi itu sesuai dengan kondisi RSUD Manokwari. Pemkab Manokwari, kata dia, juga akan menyampaikan sanggahan ke Kemenkes.

“Jadi kita akan membentuk tim visitasi untuk melakukan tinjauan kembali sebagai dasar untuk melakukan (menilai) benar tidaknya turun kelas itu. Tim visitasi itu melibatkan dinas kesehatan provinsi, dan persatuan RS se-Papua Barat untuk menilainya,” sebutnya kepada wartawan di kantor Bupati Manokwari baru-baru ini.

Rekomendasi turun kelas itu, katanya, setelah penilaian Kemenkes terkait SDM dan sarana prasarana rumah sakit. Dia menambahkan, kalaupun nanti RSUD benar turun kelas, itu pun baru akan berlaku tahun depan.

“Bukan bulan berikut, habis tahun ini baru bisa keputusan itu dijalankan kalau benar nanti turun kelas,” pungkasnya. (BNB-R3) 

Dibaca 64 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.