Conkarah Musisi asal Jamaica Akan Guncang Konser 'ONE LOVE' Tanah Papua | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Conkarah Musisi asal Jamaica Akan Guncang Konser "ONE LOVE" Tanah Papua

Headline Penulis  Kamis, 01 Agustus 2019 22:45 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- With Starlight Production akan menggelar konser "One Love" atau satu cinta di tanah Papua, dengan mendatangkan musisi Internasional asal Jamaica Conkarah. Konser yang membawa misi perdamaian ini akan diselenggarakan di empat kota di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Keempat kota yang bakal didatangi Conkarah dan artis-artis pendukung lainnya adalah Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabire dan Kota Sorong.

Pemilik With Starlight Production sekaligus pemprakarsa konser reggea terbesar di tanah Papua, Ester Maitindom didampingi manajer Muhlis Muin dan arti-arti reggea Papua lainnya dalam keterangan pers, Kamis, (1/8) mengatakan, konser "One Love" tahun ini akan dimeriahkan oleh artis reggea Conkarah yang akan berkalaborasi dengan Dave Solution (Baransano) dan artis pendukung lainnya.

Jadi, konser One Love akan berlangsung di Kota Jayapura, 21 September 2019, bertepatan dengan hari perdamaian dunia. Momen ini menurutnya sangat penting, sebab, Provinsi Papua akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, sehingga kami akan membantu pemerintah mensosialisasikan PON kepada seluruh warga Indonesia bahkan luar negeri bahwa Papua aman dan damai," ujarnya.

Kata Ester, dengan kehadiran musisi Internasional di Papua membuktikan bahwa Papua aman bagi semua orang untuk datang menyaksikan pelaksanaan PON di Papua. "kita sebagai anak-anak Papua harus ikut membantu pemerintah mensosialisasikan PON, kami anak-anak Papua juga siap jika diberikan kepercayaan pemerintah untuk menjadi Event Organizer, sebagaiman visi dan misi Gubernur Lukas Enembe, "Papua Mandiri" dengan konser Internasional ini kami membuktikan kami anak-anak Papua sudah siap," kata Ester.

Ester juga mengatakan, hasil penjualan tiket dari konser ini akan digunakan untuk membantu anak-anak sekolah korban bencana alam maupun yang berada di wilayah pegunungan dan perbatasan RI-PNG. "jadi, apa yang kami peroleh dari konser ini, kami akan membeli paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana," ujarnya.

Selain membantu anak-anak sekolah, lanjutnya, penyelamatan bumi dari kanton plastik pun menjadi perhatiannya. Khususnya di wilayah Kota Jayapura sampah-sampah plastik ini sangat banyak bertebaran di laut teluk Youtefa. Untuk itu, pihaknya bakal membantu pemuda di pesisir teluk Youtefa dengan satu buah speed dan motor tempel untuk membersikan laut dari kantong plastik. "kita akan mulai dengan hal kecil, karea kantong plastik ini juga berbahaya bagi kesehatan apbila kantong plastik ini dibakar, maka plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia," bebernya.

Masih menurutnya, hingga saat ini belum ada sponsorship, namun pihaknya sangat optimis konser ini akan tetap berlangsung, dan Conkarah akan tiba di Jayapura, 20 September mendatang. "kami pasti akan mencari sponsorship, tim kerja sudah siap dan konser ini rencananya akan finish di Waisai, Raja Ampat," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan manajer With Starlight Production, Muhlis Muin, bahwa konsep konser yang akan berlangsung di empat kota ini tujuannya, kita ingin memajukan musik reggea di tanah Papua. Oleh karena itu, konser ini akan dimeriahkan oleh artis-artis reggea kota setempat.

"kami sudah komunikasi dengan grup reggea di masing-masing kota, kita ingin majukan musik reggea di Papua kedepan, sehingga kita ingin kalaborasi musisi Papua dengan Conkarah dan berharap event ini pastinya akan berkelanjutan," kata Muin.

Muin mengaku, banyak musisi reggea di Papua yang bagus, tetapi mereka tidak ada dalam satu wadah, dengan demikian, harapan kita dari event Internasional pertama di Papua ini, dan bisa merangkul mereka semua. "untuk tiket kita akan jual secara online, dan pada saat konser nanti," ucapnya.

Sementara itu, Dave Baransano atau yang lebih dikenal Dave Solution mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Conkarah, dan musisi kelahiran kingston itu datang ke Papua. "ini konser terbesar di Papua yang dilakukan oleh With Starlight Production, apalagi mendatangkan musisi internasional ke tanah Papua," kata Dave.

Dave berjanji akan menampilkan perform terbaiknya, apalagi akan tampil kalaborasi dengan musisi dari negara asalnya musik reggae. "Puji Tuhan, ini satu kebanggan tapi juga pekerjaan rumah besar, dimana kita harus iringi musisi dari negara pencetus musik reggae, maka, kita akan melakukan persiapan yang matang. Kami secara khusus mengucapkan terima kasih With Starlight Production yang sudah dilibatkan Dave Solution dalam konser ini," tutupnya.

Dibaca 94 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX