Kesenian Berperan Penting Dalam Perkembangan Anak | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Kepala SDN 1 Hamadi Jayapura, Ni Ketut Kabeningsih Kepala SDN 1 Hamadi Jayapura, Ni Ketut Kabeningsih

Kesenian Berperan Penting Dalam Perkembangan Anak

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 01 Agustus 2019 22:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Manusia secara sadar dan tidak sadar memiliki potensi mendasar untuk melakukan penyaluran ide, gagasan, dan gerak hatinya melalui aktivitas seni yang digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan yang ingin diungkapkan.

Kepala SDN 1 Hamadi Jayapura, Ni Ketut Kabeningsih mengatakan, pesan yang disampaikan melalui seni akan lebih bertahan lama dan memiliki makna yang lebih luas dan dalam jika dikemas dalam media ungkap seni.

Dalam pengembangan anak khususnya para siswa-siswi di sekolah yang dipimpinnya, anak-anak diajarkan aktivitas seni Tarian Yospan dan Qasidah (laki-laki dan perempuan) sebagai pengembangan diri anak.

"Sebenarnya ada juga drum band tapi kami keterbatasan dana. Yospan adalah jenis tarian kontemporer yang menggambarkan pergaulan atau persahabatan. Tari Yospas juga menjadi senam kesehatan jasmani," tutur Ni Ketut Kabeningsih saat ditemui di SDN 1 Hamadi Jayapura, Kamis (1/8/19).

Menurut Kabeningsih, pengenalan pada tari Yospan atau Yosim Pancar untuk mempertahankan kearifan lokal budaya orang Papua yang tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Seni merupakan juga terapi katena anak-anak senang dengan menghibur diri, energik dan lincah.

Diakui Kabeningsih, perkembangan teknologi informasi yang dibarengi dengan proses globalisasi yang telah melanda Indonesia termaksud tanah Papua membawa nilai-nilai budaya baru yang tanpa sadar telah diterima sehingga telah menggeser sebagian dari jenis dan bentuk kesenian tradisional.

"Melalui kreativitas seni ini ada harapan menyelamatkan sebagian dari kekayaan seni orang Papua melalui generasi-generasi muda Papua. Dari sisi pembinaan karakter, anak Papua lebih senang olah raga termaksud seni," jelasnya.

Dijelaskan Kabeningsih, tari Yospan yang dilakukan anak-anak didiknya diiringi dengan tifa, gitar, ukele, dan bas untuk menunjukkan persahabatan dan pergaulan mereka.

"Kegiatan kami lakukan seminggu sekali di sekolah. Anak-anak bisa melepaskan diri dari tekanan batin sehingga jiwanya terpuasi. Seni berperan penting memunculkan dorongan sebagai pengalaman, keinginan, pikiran, harapan dan gagasan dalam membutuhkan perwujudan serta mengembangkan otot halus yang memperbaiki koordinasi siswa," ujarnya.

Dibaca 97 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.