Gedung Megah DPR Papua dan Ring Road Akhirnya Diresmikan | Pasific Pos.com

| 26 August, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe saat meresmikan Gedung Parlemen DPR Papua dan Ring-Road di Kantor DPR Papua. Gubernur Papua, Lukas Enembe saat meresmikan Gedung Parlemen DPR Papua dan Ring-Road di Kantor DPR Papua.

Gedung Megah DPR Papua dan Ring Road Akhirnya Diresmikan

Headline Penulis  Kamis, 01 Agustus 2019 22:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Tiga tahun bukan waktu yang singkat, namun proses pembangunan Gedung baru DPR Papua terus berjalan, dan hari ini gedung termegah di Papua itu, akhirnya diresmikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe,"Kamis (1/8/19).

Selain Gedung Parlemen DPR Papua, Gubernur Lukas Enembe juga meresmikan Mess DPR Papua dan Ring Road di Kantor Gedung dua DPR Papua.

Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan, DPRP merupakan lembaga refresentatif perwakilan rakyat dan berfungsi sebagai penggerak roda pembangunan di Papua. Dan hari ini ia meresmikan gedung DPRP.

"Gedung dua DPR Papua dengan konstruksi 14 lantai. Gambar gedung ini sudah ada sebelumnya. Kami masuk dengan gambar yang sudah ada," kata Enembe.

Menurutnya, ini merupakan keinginan dan cita-cita serta harapan yang selama ini diperjuangkan anggota DPR Papua dari tahun ke tahun pada periode sebelumnya. Mereka sudah punya keinginan atau rancangan besar untuk membangun sebuah gedung mewah.

"Tapi itu tidak pernah tercapai. Kini pada periode DPRP 2014-2019, ini terwujud. Ketika disampaikan ke saya, dan saya katakan saya setuju. Dan harapan anggota DPRP periode sebelumnya kini baru terwujud," ucapnya.

Menurutnya, pembangunan gedung II DPRP dan mes DPRP adalah keseriusan Pemprov Papua dan kerja keras pimpinan serta anggota DPRP.

Pada kesempatan ini, Lukas Enembe juga melaunching maskot PON XX dan sayembara pembuatan konten digital campaign PON XX dan PEPARNAS XVI.

"Selain itu tak kalah pentinganya adalah PON. Makanya pada kesempatan ini saya melaunching logo dan maskot PON yang dapat dipakai siapa saja di sleuruh Indonesia. Sponsor-sponsor bisa ambil logo dan maskot kita," ucapnya.

Sementara Sekwan (Sekwan) DPR Papua, Dr. Julia J Waromi, SE, MS,i mengatakan, lahirnya ide pembangunan gedung DPR Papua ini diawali kepemimpinan DPRP beberapa periode lalu.

Bahkan kata Julia Waromi, gedung lama sudah berusia 21 tahun sementara jumlah anggota DPR Papua yang terus bertambah. Mulai dari 44, 55 dan kini 69 orang.

"Pemprov Papua di bawah kepemimpinan Lukas Enembe akhirnya menyetujui anggaram pembangunan gedung DPR Papua, sejak 2016-2019 sebesar Rp 222 miliar 648 juta lebih.
Pembangunan ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Lukas Enembe pada 21 Juni 2016 kemudian dianggarkan multi years," ungkapnya.

Dijelaskan, rincian pembangunan, tahap penyelesaian pondasi dan struktur lantai 1-7 sebesar Rp 72 M, 455 juta lebih dikerjakan oleh PT Waskita Karya.
Tahap kedua penyelesaian struktur lantai 7-14 dan helipad, pekerjaan arsitekur dan lainnya Rp 152 M, 192 juta lebih dikerjakan PT Brantas Adipraya.

"Tes pendaratan helipad telah dilakukan 29 Juli 2019 dengan sukses. Waktu pelaksanaan pembangunan tahap pertama 10 Juni 2016-30 Desember 2016. Tahap 28 November 2017-28 November 2019," jelasnya.

Untuk menjawab kekurangan lahan parkir di Kota Jayapura, maka dalam rangkaian pembangunan gedung II DPR Papua telah dibangun juga lahan parkir dengan luas lahan parkir 3.960 meter persegi dapat menampung 500 kendaraan roda empat dikerjakan PT Simon Jaya Abadi dengan dana Rp 18 M, 888 juta lebih dari total dana hingga tahap akhir sebesar Rp 55 M, 334 juta lebih.

"Selain itu dialokasikan anggaran bersumber dari APBD Papua ta 2007 sebesar Rp 5 M untuk pembangunan mes DPRP. Namun karena kendala teknis pembangunan mes tidak dapat dilanjutkan. Barulah pada 2013 dengan tambahan dana APBD Papua senilai Rp 6 M, dan tambahan dana 2018 5 M untuk melanjutkan pembangunan dengan konstruksi empat lantai yang dapat digunakan anggota dewan dan penginapan umum terutama untuk hadapi PON XX dengan 54 kamar," terangnya.

Terkait dengan pengelolaan mes DPR Papua, kata Juliar Waromi, ini sebuah terobosan baru yang telah dipersiapkan oleh pimpinan dan anggota dewan serta sekretaris DPR Papua yaitu membuka peluang krja bagi OAP yang potensi dibidang perhotelan baik manejer mes maupun karyawan mes.

Sementara Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, perencanaan gedung baru dimulai sejak 2004 dan baru terlaksana pada 2016. Ini untuk menunjang kinerja dewan karena gedung lama sudah tidak memungkinkan lagi dengan jumlah anggota DPR Papua kini 69 orang yang dulunya hanya 44 kemudian bertambah menjadi 55.

"Memang gedung ini terkesan mewah kini, namun saya yakin 5-10 tahun ke depan akan banyak gedung yang lebih mewah dari gedung II DPRP," ujar Wonda.

Dengan gedung ini diharapkan, dapat menambah kinerja anggota dewan dan menularkan semangat kebersamaan karena setiap anggota DPRP akan memiliki ruang kerja masing-masing.

Yunus Wonda menambahkan, Mes juga sudah selesai di jalan percetakan, namun pihakny berharap ini juga dapat menunjang kinerja dewan dalam melaksanakan tugasnya.

"Kami harap mes ini dikelolah dengan baik sehingga dapat menyumpang PAD bagi daerah. Selain itu, mes juga dapat digunakan menampung atlet saat PON XX mendatang di Bumi Cendrawasih ini," pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 59 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.