Kerjasama Dalam Penguatan Kawasan Perbatasan | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Wali Kota Jayapura saat menerima kunjungan Dirkes Dirjen Kuathan Kemenhan RI diruang kerjanya Wali Kota Jayapura saat menerima kunjungan Dirkes Dirjen Kuathan Kemenhan RI diruang kerjanya

Kerjasama Dalam Penguatan Kawasan Perbatasan

Kota Jayapura Penulis  Rabu, 31 Juli 2019 21:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Direktur Kesehatan Ditjen Kuathan Kemenkes Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria bersama rombongan mengunjungi Pemerintah Kota Jayapura guna menjalin kerjasama dalam penguatan kawasan Perbatasan Kota Jayapura (RI) dan Papua Nugini, Rabu (31/7/19).

Ditemui usai pertemuan, dr. Arie Zakaria kepada wartawan Kemenhan menawarkan program kesehatan dan pendidikan bagi warga di perbatasan di wilayah tersebut agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya soal pos lintas batas, perkuatan ekonomi, infrastruktur, tapi juga pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Dikatakan Arie, tujuan kerjasama program kesehatan dan pendidikan dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kawasan perbatasan sehingga lebih maju lagi dengan negara tetangga (PNG).

"Kami harapkan tidak ada lagi keributan (keinginan untuk merdeka). Apa yang kurang, kita semua satu bersaudara. Pemerintah betul-betul memperhatikan kawasan perbatasan agar maju demi pertahanan dan ketahanan negara Indonesia," tuturnya.

Diakui Arie, keamanan di Kota Jayapura saat ini jauh lebih baik semenjak kepemimpinan Wali Kota Jayapura (Benhur Tomi Mano). Hal ini diakui Arie, karena infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian di kawasan perbatasan semakin membaik.

"Kontak senjata makin jarang kita dengar, yang dulu sering sekali di perbatasan, karena pos lintas batas, pasar yang bagus. Kontak senjata karena adanya kesenjangan ekonomi, kalau ekonomi maju dan masyarakat tercukupi kebutuhan ekonomi, maka masyarakat tidak mudah dihasut," jelasnya.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyatakan, kunjungan Dirkes Dirjen Kuathan Kemenhan RI dan rombongan ke Kantor Wali Kota Jayapura untuk melihat secara dekat perkembangan dan situasi di daerah perbatasan.

"Mereka minta pendapat saya, dan itu akan dilaporkan langsung kepada Bapak Presiden. Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang sudah menata daerah perbatasan (Kota Jayapura-PNG)," tuturnya.

Diakui Tomi Mano, dulunya daerah perbatasan ditakuti karena sering terjadi penembakan dan lain-lain. Sekarang daerah perbatasan menjadi daerah wisata dan peningkatan ekonomi yang cukup tinggi.

"Saya menjelaskan program Pemerintah Kota Jayapura dalam menata daerah perbatasan, yaitu program pertahanan keamanan supaya batas negara tidak dicaplok negara PNG, penataan infastruktur (jalan, air bersih, listrik, rumah sakit, sekolah), pemberdayaan ekonomi sekarang cukup baik," jelasnya.

Dikatakan Tomi Mano, saat ini sangat kekurangan tenaga kesehatan (perawat dandokter), dan tenaga guru honorer. Untuk itu, Tomi Mano berharap kekurangan tersebut dapat diatasi agar pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah perbatasan semakin baik.

"Warga PNG kalau menetap di Kota Jayapura (Indonesia) harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Jayapura. Luar biasa mereka (warga PNG) mengurus dan mau menetap. Yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan terhadap narkoba ganja, peredaran masuknya barang dan orang," jelasnya.

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.