Kota Jayapura Gelar Konferensi AIDS Internasional | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Wali Kota Jayapura dan Wakil Wali Kota Jayapura bersama undangan saat membuka acara Jayapura Internasional AIDS Conference Wali Kota Jayapura dan Wakil Wali Kota Jayapura bersama undangan saat membuka acara Jayapura Internasional AIDS Conference

Kota Jayapura Gelar Konferensi AIDS Internasional

Kota Jayapura Penulis  Rabu, 31 Juli 2019 21:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Jayapura Internasional AIDS Conference (JIAC) di Hotel Horison Kotaraja selama tiga hari dari 31 Juli - 3 Agustus 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menyatakan JIAC merupakan puncak gebrakan program HIV di Kota Jayapura dengan mengusung teman Together to Figth HIV Toward 3 Zero (zero new HIV infection, zero AIDS related death, zero discrimination), dan sub tema Gerakan berani tes HIV di Kota Jayapura, yang merupakan rangkaian dari kampanye Konferensi AIDS Internasional Jayapura.

"Ini merupakan gema dari gerakan berani tes HIV dan suatu tindakan nyata untuk mencapai target Fast Track dan menjangkau orang-orang yang tertinggal yang belum mengetahui status HIV-nya," ujar Ni Nyoman.

Menurut Ni Nyoman, JIAC merupakan panggilan untuk mencapai target 90-90-90 (90 persen aware or their HIV status, 90 persen on HIV treatment, 90 persen virally suppressed) untuk mengatasi kesenjangan testing, dan untuk melindungi kesehatan orang hidup dengan HIV di Kota Jayapura, yang sebagian besar orang asli Papua yang masih belum mengakses pengobatan.

"Acara ini dihadiri 1.000 peserta dari berbagai komponen seperti stakeholder, klinis, komunitas, tokoh agama dan adat, mahasiswa/pelajar dan masyarakat umum," jelasnya.

Diakui Ni Nyoman, JIAC menghadirkan pembicara internasional dan nasional, komunitas dari 5 negara, pembicara lokal, tamu undangan dari tingkat nasional, provinsi, dan kota/kabupaten di Indonesia dan peserta dari berbagai tempat di Indonesia.

"JIAC untuk mensosialisasikan hasil-hasil kerja dan inovasi baru program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, yang berorientasi pada penanganan dan pengintegrasian sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Mengadvokasi pemangku kepemtingan untuk terlibat bersama memecahkan hambatan dan tantangan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS," ungkapnya.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyatakan Papua khususnya Kota Jayapura memiliki hutan, laut, dan tanah yang luas berhamburkan emas dan permata yang Tuhan berikan untuk orang Papua.

"Siapakan yang akan meninkmati ini semua, apakah kami habis satu persatu-satu. Inilah dasar pemikiran saya karena orang Papua sebagai objek dan subjek dalam pembangunan ke depan. Maka itu saya punya komitmen melakukan kegiatan JIAC. Dunia peduli terhadap HIV, mari para Bupati kita komitmen menyelematkan orang Papua," tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Jayapura ini menegaskan, upaya pencegahan dan penggulanagan HIV dan AIDS di Kota Jayapura sudah mulai dilaksnakan secara sistemartis sejak 1994.

"Akan trus ditingkatkan bailk cakupan dan mutu. Akan tetapi masih belum mampu menghentikan penyebaran HIV dan AIDS. Data kasus HIV dan AIDS di Kota Jayapura hingga Juli 2019 telah mencapai 6.531 jiwa (akumulasi selama 12 tahun). Tahun 2018 ditemukan 500 lebih penderita HIV dan AIDS. Ada penurunan 200 lebih di 2019 ini," ungkapnya.

Menurut Tomi Mano, banyak faktor yang menyebabkan HIV dan AIDS terjadi, yaitu kurangnya pemahaman dari kalangan masyarakat sehingga timbulnya diskriminasi terhadap orang yang terinveksi HIV dan AIDS.

"Penyebab HIV karena perilaku tidak sehat. Kendalanya karena sulit menyembuyikan identitas sehingga sulit dijangkau dan kesulitan ekonomi sehingga sulit terdeteksi," ujarnya.

Dikatakan Tomi Mano, faktor penccegahan dan penggulangan HIV dan AIDS antara lain kurangnya permasaalahan yang sangat kompleks dari HIV. Pencapaian informasi yang benar tentang epidemi dan faktor yang mempengaruhi harus terus menerus dilakukan termksud kepada pejabat, tokoh agama, petugas kesehatan, dan lain-lain.

"Pelaksnaan JIAC ini sangat penting dan strategis dalam penaggulangan komitmen bersama dalam menanggulangi HIV dan AIDS di Kota Jayapura. Pertemuan ini terbesar dan pertama di Papua khususnya di Kota Jayapura," ujarnya.

Diakui Tomi Mano, JIAC merupakan wadah tempat bertemunya seluruh pemangku kepentingan dengan melakukan evalausi dan merumuskan strategi ke depan bersama-sama untuk masyarakat, pemrintah, akademisi dan penerima manfaat.

"JIAC dapat mengambil keberhasilan yang sudah dicapai dan menbawa tantangan ke depan agar kualitas progam semakin baik dan mengubah perilaku yang beresiko. Mari kita bertekad untuk memerangi HIV dan AIDS untuk anak dan cucu kita agar hidup yang lebih baik. Semoga Tuhan mendengar doa kita dan menyertai kita di atas tanah Papua," jelasnya.

Dibaca 60 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.