2 Pemeras Sekretaris KPU Manokwari Tak Terkait Sindikat Prostitusi Online | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

2 Pemeras Sekretaris KPU Manokwari Tak Terkait Sindikat Prostitusi Online

Papua Barat Penulis  Rabu, 31 Juli 2019 14:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Penyidik Polres Manokwari segera melakukan tahap 1 kasus pemerasan terhadap Sekretaris KPU Kabupaten Manokwari, Rustam Efendi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari.

Kedua tersangka, GMY dan TL yang diamankan di Sulawesi Utara (Sulut) itu, diduga melakukan pemerasan sebesar Rp. 60 juta terhadap korban, Sekretaris KPU Kabupaten Manokwari.

Menurut Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Musa J. Permana, pihaknya sedang melengkapi berkas perkara kedua tersangka dan jika sudah lengkap, akan dilakukan tahap 1.

Diungkapkan Permana, berdasarkan hasil pemeriksaan kedua tersangka, keduanya baru pertama kali melakukan pemerasan dan tidak ada kaitannya dengan sindikat prostitusi online. “Tersangka pemain baru, mereka bukan jaringan atau sindikat,” tandas Kasat Reskrim kepara para wartawan di Polres Manokwari, Senin (29/7).

Ia menambahkan, antara korban dan kedua tersangka tidak ada hubungan sama sekali, tetapi mereka saling mengenal dari akun media sosial, Facebook.

Kedua tersangka yang sudah mengambil screenshot gambar korban, kemudian memeras Sekretaris KPU, sehingga korban mengaku telah mentransfer uang senilai Rp. 60 juta dalam 11 kali transfer dengan nominal berbeda-beda.

Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa 2 saksi, sedangkan barang buktinya berupa hasil chatting antara tersangka dan korban, 11 lembar fotocopi salinan slip transfer ATM milik korban, 6 lembar rekening koran tabungan Bank Mandiri milik korban, dan 1 bundel lembar kertas berisi foto layar screenshot antara korban dan tersangka, GMY.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti 1 kartu ATM rekening BNI atas nama tersangka, GMY, 1 buku tabungan rekening BNI atas nama tersangka, GMY, 1 buku rekening koran BNI atas nama tersangka, GMY, dan 1 rekaman CCTV.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan atau pengancaman dan atau setiap orang membuat dan menawarkan jasa pornografi dan atau pemerasan sesuai Pasal 45 Ayat 4 jo Pasal 27 Ayat 4 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2018 tentang ITE dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 Ayat 1 dan atau Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat 2 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 369 jo Pasal 55 KUHPidana. [CR45-R1] 

Dibaca 97 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.