Komisi V DPR Papua Pertanyakan Pemberian Beasiswa dari BUMN | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw dan Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol. Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw dan Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol.

Komisi V DPR Papua Pertanyakan Pemberian Beasiswa dari BUMN

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Rabu, 31 Juli 2019 02:58 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Adanya pemberian beasiswa dari perusahaan BUMN di Papua kepada siswa SD, SMP dan SMA, tampaknya dipertanyakan Komisi V DPR Papua yang membidangi Pendidikan.

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan, jika BUMN memberikan beasiswa kepada siswa SD, SMP dan SMA yang berprestasi itu memang sudah kewajiban BUMN di Papua memberikan beasiswa kepada setiap orang atau anak yang berprestasi.

Hanya saja, pihaknya ingin menanyakan, jangan sampai beasiswa itu bukan untuk orang asli Papua.

"Itu memang hak BUMN untuk memberikan kepada siapa saja, tapi perlu juga mengutamakan OAP karena BUMN ini ada di Papua dan perlu ada koordinasi dengan pemerintah. Misalnya kalau anak orang kaya meski pintar tak perlu diberikan beasiswa, karena orang tuanya mampu. Yang harus mendapatkan beasiswa anak dari keluarga miskin, tapi dia berprestasi dan punya bakat," kata Natan Pahabol ketika ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/7/19).

Apalagi tandas Natan, dalam dunia pendidik sekarang tidak ada istilah siswa pintar dan siswa bodoh, tapi semua siswa punya kelebihan. Sehingga tidak bisa membandingkan orang perorang karena setiap siswa punya kelebihan masing-masing.

"Bisa saja siswa yang satu, tahu bahasa inggris tapi siswa lain mahir matematika. Jadi bakat yang mesti dilihat. Karena itu kami Komisi V melihat bahwa BUMN benar-benar mesti hadir di Papua ini untuk menolong OAP. Setidaknya mengutamakan OAP," tandas Politisi Partai Gerindra itu.

Untuk itu, pihaknya berharap Pemprov Papua harus jeli melihat hal ini. Apakah BUMN sudah adil dalam pemberian beasiswa ini atau belum.

"Jadi perlu melihat dalam konteks orang asli Papua, jangan melihat dari pintar atau tidaknya tapi melihat bakat," ujar Natan

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau menambahkan, Kalau BUMN mau membantu kenapa hanya melihat dari sisi siswa berprestasi saja. Padahal ada hal-hal lain yang BUMN tidak ikut membantu atau ambil bagian dalam persoalan-persoalan yang ada di Papua.

"BUMN kan seharusnya dia tahu. Bukan hanya dari sisi pendidikan saja. Kalau beasiswa tidak udah BUMN karena dari dana Otsus juga sudah ada untuk beasiswa. Saya sendiri melihat satu sisi kecil saja keterlibatan BUMN hari dalam membangun Papua ini sudah sejauh mana? Tapi kini BUMN mulai seakan menunjukkan kepeduliannya dengan pemberian beasiswa. Beasiswa ini juga untuk siapa. Jangan-jangan BUMN bukan mengutanmakan OAP," ketus Maria.

Kata Maria, meskipun beasiswa itu biasanya hanya diperuntukkan OAP, tapi kenyataannya yang dapat beasiswa orang-orang terpilih saja.

"Dia punya tulisan, dia punya lebel itu OAP tapi hasil didalam, saya tidak lihat semuanya anak-anak asli Papua ada dalam situ," bebernya.

Menurutnya, tidak bisa mengukur seseorang dari indikator menilai, tapi harus juga dilihat dari sisi kemampuan dan bakatnya dibidang lain.

"Jadi tidak hanya dilihat dari kecerdasar pada satu mata pelajaran saja, tapi mesti juga lihat bakanya. Jadi jangan menilai anak dari indikator nilai,"tegas Maria. (TIARA)

Dibaca 126 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX