Kapolda Himbau Aparat Polri di Tolikara Tak Picu Konflik | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Kapolda Himbau Aparat Polri di Tolikara Tak Picu Konflik

Headline Penulis  Senin, 10 Agustus 2015 17:55 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw Salami Anggota Polri yang Bertugas di Kabupaten Tolikara.

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengimbau kepada aparatnya yang bertugas di Kabupaten Tolikara, agar tidak menjadi pemicu konflik. Ia meminta kepada aparatnya agar dapat menyikapi perkembangan informasi.
“Saya harap anggota kepolisian jangan menjadi pemicu konflik kembali, tetapi harus menghindari, dan tetap waspada. Apabila ada informasi yang berkembang dalam masyarakat harus disikapi dengan tenang dan tidak terburu –buru,” tegas Kapolda kepada wartawan, Jum’at (7/8).
Mantan Kapolda Papua Barat ini juga mengingatkan kepada aparatnya agar dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat menyangkut hukum positif. Tak hanya itu, Kapolda pun mengingatkan aparatnya untuk menghindari sikap arogansi kepada masyarakat.
“Apabila ada masyarakat yang bertanya mengenai masalah Tolikara, maka perlu untuk diberikan pengertian yang baik soal hukum positif, agar bisa memahami dengan baik dan dapat diterima. Tak kalah penting hindari sikap arogansi kepada masyarakat, sebab mayarakat akan menilai kinerja kepolisian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” tekan Jenderal yang akrab disapa PW.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Warga Muslim di Kabupaten Tolikara batal melaksanaan sholat Idul Fitri, 17 Juli lalu lantaran diserang sekelompok masyarakat setempat, yang menganggap pelaksanaan sholat Ied mengganggu Seminar dan KKR Internasional Pemuda GIDI di Tolikara.
Buntut dari penyerangan itu, aparat keamanan yang berjaga dilokasi mengelurkan tembakan peringatan ke udara maupun ke tanah, hingga menyebabkan satu warga meninggal terkena tembakan dan beberapa diantaranya luka-luka. Sementara itu, masyarakat setempat yang tidak terima tindakan aparat, melakukan pembakaran sekitar 54 rumah dan kios hingga merembet ke Masjid Baitul Mutakim, di Karubaga.
Dari insiden itu, penyidik Propam Polda Papua menyita 10 senjata milik aparat kepolisian yang berada di TKP pada saat kejadian. Puluhan anggota Polri pun turut menjalani pemeriksaan. (Syaiful)

Dibaca 833 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX