Kasus Penebangan Pohon Palem Sudah Dilaporkan | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Merauke, Paino (foto:iis) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Merauke, Paino (foto:iis)

Kasus Penebangan Pohon Palem Sudah Dilaporkan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 25 Juli 2019 22:15 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Merauke, Paino mengemukakan bahwa kasus penebangan sejumlah pohon palem di kawasan Jalan Brawijaya beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Kasus tersebut sangat disayangkan oleh pihaknya karena Pemda telah berupaya untuk menata Kota Merauke supaya sehingga bisa terlihat lebih indah dan nyaman. Namun ulah oknum masyarakat tertentu yang sama sekali tidak diketahui motifnya secara sengaja telah merusak pohon yang sebenarnya sudah mulai tumbuh dengan subur itu.

“Memang dari sisi materi nilainya tidak seberapa karena biaya untuk satu pohon hanya 1 juta. Namun yang lebih penting lagi perlu diperhatikan adalah letak kewibawaan pemerintah yang sudah dicederai oleh ulah masyarakat tertentu,”ujarnya kepada wartawan di Vip Room Bandara Mopah belum lama ini. Paino menjelaskan, pohon yang ditanam sekitar 35 pohon untuk di Jalan Brawijaya sedangkan yang masih tersisa di sekitar area Masjid Raya ada beberapa pohon lagi yang perlu dijaga agar tidak kembali dirusak. Total kerugian yang dialami akibat peristiwa tersebut kurang lebih mencapai angka 50 juta.

Pihaknya belum dapat mengindentifikasi pelaku perusakan karena masih menunggu hasil dari penyelidikan aparat kepolisian. Pasca kejadian pihaknya benar-benar gencar melakukan pengawasan guna mencegah aksi serupa dan selama pengawasan berjalan dapat dikatakan kondisi berlangsung aman. Namun pihaknya mencurigai oknum tersebut sudah mengetahui ketika ada pengawasan sehingga tidak berani melakukan lagi. Namun pihaknya tidak mau lengah karena kuatir oknum tersebut dapat kembali berulah. Berdasarkan laporan yang masuk, dari masyarakat perusakan dilakukan menjelang shubuh sekitar jam 4 dan jam 5 pagi. “Kemungkinan dilakukan oleh orang yang sama dan dilakukan dalam keadaan sadar atau disengaja. Namun belum dapat dipastikan apakah pelaku berjumlah lebih dari satu orang atau perorang,”pungkasnya.

Dibaca 152 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.