Erni:”Pendidikan Anti Korupsi Penting Dalam Dunia Pendidikan” | Pasific Pos.com

| 18 November, 2019 |

Dekan Fakultas Hukum Unmus, Erni Dwita Silambi dan Ketua PL3M Unmus, Dirwan Muchlis berfoto bersama narasumber (foto:iis) Dekan Fakultas Hukum Unmus, Erni Dwita Silambi dan Ketua PL3M Unmus, Dirwan Muchlis berfoto bersama narasumber (foto:iis)

Erni:”Pendidikan Anti Korupsi Penting Dalam Dunia Pendidikan”

Papua Selatan Penulis  Kamis, 25 Juli 2019 22:14 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Dekan Fakultas Hukum Unmus, Erni Dwita Silambi mengemukakan bahwa pendidikan anti korupsi merupakan mata kuliah universitas sehingga semua jurusan wajib memberikan mata kuliah anti korupsi. Pada tahun ini bukan hanya di Unmus saja mata kuliah ini diwajibkan namun di seluruh perguruan tinggi sudah diwajibkan masuk dalam kurikulum tahun 2019. “Pendidikan anti korupsi sangat penting di dalam dunia pendidikan karena perlu memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa yang notabene merupakan generasi muda yang nantinya akan terjun ke lapangan atau dunia kerja,”ujarnya pada workshop rekonstruksi mata kuliah pendidikan anti korupsi di gedung Dekanat Sabtu lalu. Lebih lanjut ia mengungkapkan, di dalam pikiran kita maka sudah jelas apa yang dimaksud dengan korupsi itu namun terkadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari juga bisa dikategorikan sebagai tindakan korupsi.

Korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral dan penyimpangan. “Kita harus mulai dari diri sendiri untuk mengetahui apakah hal-hal yang berkaitan dengan pengertian korupsi itu ada dalam diri kita atau tidak. Jadi kita yang bisa memahami dan menilai diri sendiri,”jelasnya. Sementara itu Ketua PL3M Unmus, Dirwan Muchlis mengemukakan bahwa untuk mencapai satu nilai anti korupsi tidak hanya melalui mata kuliah anti korupsi saja sebab ada beberapa mata kuliah yang mendukung CPMK untuk anti korupsi, misalnya agama, etika dan lain sebagainya.

Kita harus selalu menghubungkan ilmu dan logika serta proses pengajaran dan evaluasi dimana setelah mahasiswa belajar akan dites. Lalu jika tidak lulus maka mahasiswa tersebut harus mengulangi lagi. Diharapkan kolaborasi antara fakultas hukum dan FKIP pada proses pembelajaran dapat melibatkan orang yang betul-betul paham tentang nilai-nilai anti korupsi. Selain itu rumusan pembelajaran memiliki arti yang sangat penting karena kita mengajar biasanya hanya 16 kali pertemuan sehingga perlu mengetahui mahasiswa sudah betul-betul memahami materi yang ada atau tidak.

Dibaca 159 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX