Penasehat Hukum Ayu Pandori Sebut Dakwaan JPU Copy Paste | Pasific Pos.com

| 22 September, 2019 |

Penasehat Hukum Ayu Pandori Sebut Dakwaan JPU Copy Paste

Papua Barat Penulis  Rabu, 24 Juli 2019 13:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Terdakwa, Ayu N.S. Pandori (19 tahun) melalui penasehat hukumnya, Penina M. Nowiwari, SH mengajukan eksepsi dalam persidangan kasus penyalahgunaan narkotika jenis Ganja di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Selasa (23/7).

Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Behinds J. Tulak, SH, MH dan dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Decyana Caprina, SH, penasehat hukum terdakwa menegaskan, ada beberapa hal pokok yang menjadi keberatan dari terdakwa.

Pertama, kata Penina Noriwari, uraian perbuatan terdakwa dalam dakwaan perkara sama dengan dakwaan pertama dan kedua, sehingga penasehat hukum memandang bahwa dakwaan JPU hanya menyalin ulang atau dakwaan copy paste.

Kedua, lanjut dia, dakwaan JPU dinilai tidak cermat, dimana unsur tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa, Ayu Pandori, mempunyai rumusan tindak pidana yang tidak sama atau berlainan dengan unsur tindak pidana yang terdapat dalam Pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999, yang dinyatakan JPU sebagai bentuk pelanggaran oleh terdakwa.

Ditambahkannya, ketiga, penjelasan dalam dakwaan ke-1 yang menyatakan terdakwa menaiki KM Labobar dari Pelabuhan Serui, kemudian berjumpa Alfredo Bisay (daftar pencarian orang), Rafli Auparay, Wala Tata, dan Habibi Rumadas yang naik dari Pelabuhan Jayapura dengan tujuan Pelabuhan Manokwari.

Penina Noriwari menegaskan, Ayu Pandori sama sekali tidak ada hubungan dengan tas ransel berwarna merah berisi Ganja yang dititipkan Rafli Auparay saat KM Labobar akan bersandar di Pelabuhan Manokwari.

Selain itu, tambahnya, dakwaan JPU tidak memiliki kesesuaian dengan unsur dalam Pasal 112 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Golongan 1, bukan tanaman. Penerapan pasal itu, kata Penina Noriwari, sangat tidak tepat, yakni memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan 1 bukan tanaman.

Sebab, ia menjelaskan, pada kenyataannya, terdakwa tidak mengetahui isi dari tas ransel berwarna merah yang dititipkan Rafli Auparay.

Ditegaskannya, berdasarkan uraian di atas, maka tidak terbantahkan bahwa dakwaan JPU adalah uraian dakwaan yang sama dan tidak mempunyai hubungan dengan unsur-unsur pasal, sehingga dakwaan itu bisa dikatakan tidak cermat, samar-samar, kabur, cacat hukum, dan tidak didasarkan hasil penyidikan yang lengkap.

Oleh sebab itu, ia mengatakan, sudah seharusnya dakwaan penuntut umum batal demi hukum. Untuk itu, Penina Noriwari meminta majelis hakim menerima nota keberatan penasehat hukum atas terdakwa, Ayu Pandori, menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum, menetapkan agar pemeriksaan perkara tidak dilanjutkan, memulihkan hak-hak terdakwa, dan membebankan biaya perkara ke negara.

Atas eksepsi yang diajukan penasehat hukum terdakwa, Ayu Pandori, majelis hakim meminta JPU menyiapkan tanggapan dalam persidangan berikut, lalu menutup persidangan. [BOM-R1] 

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.