PATBM di Manokwari Baru Terbentuk di 12 Kampung | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

PATBM di Manokwari Baru Terbentuk di 12 Kampung

Papua Barat Penulis  Rabu, 24 Juli 2019 13:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kabupaten Manokwari memiliki 164 kampung yang tersebar di sembilan distrik. Namun, sejauh ini baru 12 kampung yang membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyatakat (PATBM).

Menurut Staf Ahli Bupati Manokwari Bidang Kemasyarakatan, Henri Sembiring, mengatakan fenomena kekerasan terhadap anak cukup signifikan dan makin beragam permasalahannya. Hal itu tidak sebanding dengan jumlah PATBM yang baru terbentuk sebanyak 12 PATBM di 12 kampung di Kabupaten Manokwari.

Sejauh ini, kata dia, 12 kampung yang sudah memiliki PATBM yakni Kampung Sidey Baru di Distrik Sidey, dan Kampung Macuan di Distrik Masni. Selanjutnya Kampung Udapi Hilir, Aimasi, Prafi Mulya di Distrik Prafi; Kampung Dindey di Distrik Warmare; Kampung Inggramui di distrik Manokwari Barat; Kampung Mansinam dan Arowi di Distrik Manokwari Timur; Kampung Wamesa di Distrik Manokwari Selatan; Kampung Lebau di Distrik Manokwari Utara; serta Kampung Warkapi di Distrik Tanah Rubuh.

“Maka pelatihan tematik bagi anggota PATBM selaku fasilitator di masyarakat sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan aturan dan undang-undang yang berlaku untuk memberikan perlindungan terhadap anak serta upaya-upaya memberikan perlindungan kepada anak sangat penting,” ujar Sembiring ketika menyampaikan sambutan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan pada kegiatan Pelatihan Tematik bagi Pengurus PATBM Distrik Manokwari Barat, Manokwari Timur, Manokwari Selatan, Manokwari Utara, dan Distrik Tanah Rubuh di RM Salam Manis Manokwari, Selasa (23/7).

Sembiring mengharapkan agar PATBM kampung berperan aktif dan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara baik, terutama dalam memberikan perlindungan bagi anak korban kekerasan di kampung sesuai kemampuan yang dimiliki dan dapat menindaklanjuti sesuai prosedur penyelesaian yang berlaku.

Dia mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini masih tinggi dan sangat meresahkan masyarakat. Sehingga menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, antara lain orang tua, keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, lembaga adat, LSM peduli perempuan dan anak, pihak keamanan, serta pemerintah.

Semua komponen tersebut, katanya, perlu bergandengan tangan dan saling mendukung dalam memberikan perhatian, pengawasan, didikan, dan pembinaan kepada anak sesuai usia.

Sembiring menyebut kekerasan terhadap anak terjadi seakan anak hidup, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak memiliki tatanan adat istiadat sebagai hukum adat yang mengatur kehidupan masyarakat, maupun hukum positif yang mengikat dan memberikan perlindungan bagi anak.

“Menyadari akan hal ini, pemerintah daerah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungn Anak, dan KB Kabupaten Manokwari melaksanakan pelatihan tematik bagi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang terbentuk di tingkat pemerintahan paling bawah yaitu di tingkat kelurahan atau kampung,” sebutnya.

PATBM yang terbentuk di kampung, lanjutnya, merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat.

PATBM bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak, menumbuhkan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak dalam upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat.

Dengan demikian, terjadi perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak. “Diharapkan kepada peserta untuk menjadi peserta aktif yang dapat menerima setiap materi dengan baik untuk kepentingan pelaksanaan tugas PATBM ke depan bagi kepentingan terbaik anak dalam kehidupan masyarakat Manokwari yang bersih, indah, sejahtera, dan aman,” pungkasnya.

Ketua panitia kegiatan, Rikha Rumbrawer, mengatakan melalui PATBM akan dilakukan sejumlah kegiatan yakni penyuluhan, pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi terkait isu perlindungan anak.

Selain itu dibutuhkan sinergitas lembaga desa atau perangkat desa, posyandu, sekolah, kader KB, PATBM desa lain serta lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kegiatan diikuti perwakilan dari lima distrik yakni Distrik Manokwari Barat, Manokwari Utara, Manokwari Timur, Manokwari Selatan, dan Distrik Tanah Rubuh. (BNB-R3) 

Dibaca 69 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX