Kajari: ”Pendidikan Tindak Pidana Korupsi Dibutuhkan” | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kajari Merauke, L.A.Sinuraya saat memberi materi (foto:iis) Kajari Merauke, L.A.Sinuraya saat memberi materi (foto:iis)

Kajari: ”Pendidikan Tindak Pidana Korupsi Dibutuhkan”

Papua Selatan Penulis  Senin, 22 Juli 2019 21:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kajari Merauke, L.A.Sinuraya mengemukakan bahwa penerapan pendidikan anti korupsi pada mata kuliah di seluruh perguruan tinggi di Indonesia adalah langkah yang tepat karena keberlangsungan hidup negara ini tentunya akan diemban oleh SDM yang selanjutnya sehingga perlu adanya generasi penerus yang berkualitas. Di antaranya merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi atau SMA/SMK.

Oleh sebab itu untuk menjaga keutuhan negara ini perlu adanya satu pemahaman dan kesamaan karena tindak pidana korupsi sangat berbahaya dan bisa menyentuh seluruh lapisan hidup masyarakat. Bahkan anak kecil saja sudah dapat melakukan tindakan korupsi dalam bentuk tertentu. Ini dapat membahayakan karena embrio-embrio korupsi bisa saja tumbuh sehingga pendidikan tindak pidana korupsi dibutuhkan oleh setiap kalangan. Ia menjelaskan, tindak pidana korupsi banyak jenisnya dimana salah satu di antaranya adalah soal suap.

Kajari menambahkan, jika korupsi sudah dianggap hal yang biasa jelas sangat berbahaya. Perlu diketahui bahwa korupsi adalah kejahatan yang luar biasa karena berdampak besar. Tindak pidana korupsi bahkan sudah membudaya dan ini menunjukkan pelaku tersebut sudah tidak memiliki rasa malu dan tidak peduli dengan apa yang sudah dia lakukan. “Padahal budaya yang benar itu harus sportif sehingga tidak mengambil hak yang bukan miliknya. Namun jika korupsi sudah membudaya dan merasuki hidup bermasyarakat dengan modus operandi yang sudah canggih tentu sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian negara,”jelas Kajari saat memberikan materi workshop rekonstruksi mata kuliah pendidikan anti korupsi di gedung Dekanat Unmus belum lama ini.

Dibaca 97 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.