Kejaksaan Tahan, Dua tersangka Korupsi KPU Sarmi | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

RU (Jilbab) salah satu tersangka dalam kasus tindak pidana Korupsi saat di gigit guna dilakukan penahan RU (Jilbab) salah satu tersangka dalam kasus tindak pidana Korupsi saat di gigit guna dilakukan penahan

Kejaksaan Tahan, Dua tersangka Korupsi KPU Sarmi

Kriminal Penulis  Senin, 22 Juli 2019 20:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Dua tersangka kasus tindak pidana korupsi KPU sarmi pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp 36 milyar akhirnya menjalani penahanan oleh oleh kejaksaan tinggi Papua, Senin (22/7) siang.

Dua tersangka yang menjalani penahanan yakni RU dan JG, sementara satu tersangka lainnya yakni AH masih diberikan waktu mengingat buang bersangkutan mengalami kedukaan.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua Bangkit Sormin menerangkan kedua tersangka yakni RU dan JG merupakan sekertaris KPU Papua sejak Januari 2019 dan baru ditahan hari ini.

Ia menerangkan atas tindak pidana korupsi yang dilakukan ketiga tersangka negara mengalami kerugian mencapai hingga Rp 36 milyar

"Untuk JGRW, ia ditetapkan tersangka dengan jumlah kerugian negara sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan RU disangkakan telah merugikan negara Rp 23 miliar," ucapan Sormin.

Kasus dugaan korupsi dana Hibah Pilkada Kabupaten Sarmi tahun 2016 sebesar Rp 36 milyar ini terkuak setelah adanya temuan BPK. Dana yang bersumber dari APBD Sarmi Tahun 2016 itu, di kelola oleh dua pejabat berbeda yakni JGRW selaku Plt Sekretaris KPU Sarmi masa jabatan April 2015-Oktober 2016. Dan RU sebagai Plt Sekretaris KPU Sarmi periode Oktober 2016 hingga Juni 2017

Khusus RU, Kejati Papua menyangkan yang bersangkutan melakukan pertanggung jawaban fiktif dan mark up terhadap sisa anggaran tahapan pemilukada saat menjabat sebagai Plt Sekretaris KPU Kabupaten Sarmi, Oktober 2016 hingga Juni 2017.
Kepala Kejati Papua, Heffinur menyebut kasus ini kemungkinan bisa memunculkan tersangka baru.

"Kita lihat nanti fakta-fakta di persidangan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru nantinya," ketusnya.

Dibaca 60 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.