Panglima Parjal Pertanyakan 3 Tahun Barang Sitaan Negara Tidak Dilelang | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Panglima Parjal Pertanyakan 3 Tahun Barang Sitaan Negara Tidak Dilelang

Papua Barat Penulis  Senin, 22 Juli 2019 02:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari dikabarkan belum melakukan pelelangan barang sitaan negara dalam berbagai tindak pidana yang kini dititipkan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Manokwari sejak 2017 hingga 2019.

Akibatnya, barang sitaan negara dari berbagai tindak pidana itu, sekarang menumpuk di gudang milik Rupbasan Manokwari dan berpotensi menurunkan nilai ekonomis dari barang-barang tersebut.

Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambeyouw mempertanyakan kinerja Kejari Manokwari lantaran tidak segera melakukan pelelangan terhadap barang sitaan negara yang menumpuk di Rupbasan.

“Yang menjadi pertanyaan besar, kenapa mobil, kayu, BBM, dan barang lain yang merupakan hasil dari kejahatan belum juga dilelang,” tanya Mambeyouw yang ditemui Tabura Pos di Sekretariat Parjal Papua Barat, beberapa waktu lalu.

Diungkapkannya, keterlambatan melakukan proses lelang, tentu akan mempengaruhi nilai ekonomis barang tersebut, sehingga menimbulkan kerugian negara, termasuk menambah beban biaya perawatan atas barang-barang tersebut.

Untuk itu, ia berharap Kejari Manokwari segera melakukan pelelangan sesuai aturan dan waktu yang sudah ditentukan, termasuk melakukan pelelangan secara transparan.

Apabila hal ini tidak segera ditindaklanjuti, Mambeyouw mengatakan, hal itu tentu akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kejaksaan di Manokwari.

“Kami tidak mencurigai, tetapi jangan sampai nanti ada barang sitaan negara yang dipakai oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi. Yang paling rentan mobil dan BBM,” terang Mambeyouw.

Oleh sebab itu, dia meminta Kajari Manokwari dan Kasi Barang Bukti Kejari Manokwari segera melakukan pengecekan barang sitaan negara di Rupbasan Manokwari atau barang yang tersimpan di gudang penyimpanan barang bukti milik Kejari Manokwari.

“Tujuannya untuk memastikan keberadaan dan kondisi fisik barang-barang tersebut, apakah masih dalam kondisi baik dan tidak cacat. Saya ingatkan kembali, jangan sampai ada konspirasi lain yang dibangun di balik lambatnya proses pelelangan ini,” pungkas Mambeyouw. [BOM-R1] 

Dibaca 54 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.