Papua Barat Bangun Kerjasama dengan 2 Negara di Kawasan Pasifik | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Papua Barat Bangun Kerjasama dengan 2 Negara di Kawasan Pasifik

Papua Barat Penulis  Senin, 22 Juli 2019 02:57 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani mengatakan, pemerintah provinsi (Pemprov) Papua Barat telah menjajaki kerjasama dalam bidang perdagangan bersama negara-negara di kawasan Pasifik.

"Beberapa waktu lalu saya bersama sekda, dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkunjung ke Selandia Baru. Pada saat itu kami (pemprov Papua Barat) melakukan pertemuan serius dengan beberapa negara di wilayah pasifik diantaranya, Negara Palau," kata Lakotani kepada wartawan di Aston Niu Hotel, Manokwari pekan lalu.

Dikatakan Lakotani, dari pertemuan itu ternyata selama ini Palau mendatangkan barang-barang dari Taiwan dan Amerika Serikat dengan ongkos transportasi yang cukup besar dan jaraknya kalau dibandingkan antara Papua Barat dan Palau cukup dekat.

Menurutnya, kerjasama perdagangan antara negara tersebut sangatlah terbuka lebar, terutama untuk kebutuhan bahan bangunan dan komoditas perikanan.

Diungkapkannya, dari hasil pertemuan itu pemerintah Palau berkeinginan bekerjasama dengan Papua Barat karena biayanya akan jauh lebih murah sebab jarak antara Palau dan Papua Barat sangatlah dekat.

Dari peluang-peluang itu, kata Lakotani, potensi perikanan di wilayah Papua Barat cukup besar dan dapat dioptimalkan untuj memenuhi permintaan Palau.

Selain dibidang perikanan, sambung dia, begitu juga bahan bangunan di Papua Barat dimana sudah ada produksi pabrik semen yang dapat diekspor ke negara Palau.

"Seperti kayu, batu, pasir kita juga bisa kita kirim, karena di sana sangat dibutuhkan bahan bangunan," ujarnya.

Sedangkan, tambah Lakotani, untuk Australia sudah ada penandatanganan nora kesepahaman kerjasama untuk pengiriman rempah-rempah dan perikanan dari Papua Barat.

"Dari pertemuan ini kami akan segera menindaklanjuti kerjasama perdagangan dengab dua negara ini dengan harapan kerjasama ini berjalan lancar dan maksimal," tandas Lakotani.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan, Setda Papua Barat, Musa Kamudi mengatakan, pada kunjungan itu pemprov Papua Barat mempromosikan potensi daerah Papua Barat, baik di bidang Pariwisata, Pertanian, Perikanan Kelautan, Kehutanan, dan beberapa potensi lainnya yang ada di Papua Barat.

"Disana kami melakukan pertemuan dengan beberapa investor baik dari Palau maupun Australia. Dalam pertemuan itu investor dari Australia meminta kita untuk mengekspor hasil kelautan berupa ikan tuna.

Karena katanya kualitas ikan tuna di Papua Barat lebih baik dibandingkan di Australia. Kami juga tawarkan hasil produksi dari pabrik semen, dari pasa mereka mengirim dari negara-negara lain yang jaraknya jauh seperti Palau, negara ini berdekatan dengan Raja Ampat dan mereka merespon baik," kata Kamudi kepada wartawan di kantor Inspektorat Papua Barat, pekan lalu.

Dikatakan Kamudi, pohaknya mengusulkan agar kerjasama antara negara pasifik dengan Papua Barat dibidang perikanan kelautan dapat menggunakan kapal laut, karena negaranya berdekatan dengan Papua Barat.

"Kita dari Raja Ampat ke Palau Filipina pakai kapal laut dan kalau mereka mau berkunjung ke Raja Ampat pakai kapal laut karena dekat.

Apa lagi negara Palau, mereka sangat membutuhkan bahan bangunan berupa material batu. Padahal kita di Fakfak memiliki material batu yang banyak kenapa kita tidak kirim kesana saja kemudian material pasir di Manokwari ini banyak material pasir peluang-peluang ini bisa kita ambil untuk mendatangkan masukkan bagi daerah kita," beber Kamudi.

Selain bahan bagunan, lanjut Kamudi, mereka juga meminta kerjasama di bidang pertanian yakni hasil perkebunan kakau.

"Memang potensi yang kita miliki banyak dari promosi potensi daerah kita mereka sangat merespon baik tetapi, mereka meminta agar dalam kerjasama ini kita tetap menjaga kualitas dan kuantitasnya.

Artinya jangan sampai kita sepakat dalam 1 bulan kita mengirimkan bahan material 10 ton tetapi karena ada alasan lain kita hanya mengirimkan 1

5 ton. Nah, hal-hal inilah yang mereka tidak mau mereka maunya kita harus tetap konsisten," terang Kamudi.

Dibidang pertanian, sejumlah negara di kawasan pasifik akan datang untuk melihat hasil pertanian di Pengunungan Arfak dengan memberikan pelatihan dengan menampung produk hasil pertanian.

"Setelah kami pulang ini, kami akan mengundang bupati-bupati terkait, misalnya bupati Fakfak, Raja Ampat, Pengunungan Arfak dan kepala daerah lainnya yang wilayahnya memiliki potensi.

Nanti kita akan sampaikan bahwa, investor dari negara-negara pasifik sangat membutuhkan baham baku di daerah kalian masing-masing. Jadi kedepan kalian harus segera mempersiapkan bahan baku tersebut, demikian juga di sektor lainnya," tangas Kamudi. [FSM-R3] 

Dibaca 52 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.