Prada Usman Hembelo Gugur Ditembak KKAB Di Nduga | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Prada Usman Hembelo. Prada Usman Hembelo.

Prada Usman Hembelo Gugur Ditembak KKAB Di Nduga

Headline Penulis  Minggu, 21 Juli 2019 13:44 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Prada Usman Hembelo prajurit TNI gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Yuguru, Distrik (kecamatan) Mebarok, Kabupaten Nduga, Sabtu (20/7/2019) siang.

Prada Usman Hembelo, anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Yonif 755/Yalet gugur akibat luka tembak di pinggang kanan.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi membenarkan insiden penyerangan terhadap Satgas Pamrahwan yang bertugas mengamankan pembangunan jembatan Yuguru di ruas jalan trans Papua.

“Kejadian berlangsung sekitar pukul 12.45 WIT, ketika mereka sedang istirahat makan dan sholat di Kamp PT PP yang kini menjadi pos satgas pengamanan proyek jalan Trans Papua,” ujar Aidi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, saat itu, anggota Satgas Pamrahwan tiba-tiba diberondong tembakan dari arah ketinggian sekitar 300 meter. Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah 4 sampai 5 orang yang bersembunyi di balik semak belukar.

“Mendapat serangan mendadak, anggota Satgas Pamrahwan langsung membalas tembakan dan berusaha mengejar pelaku penyerangan,” kata Aidi.

Aidi mengatakan kontak tembak tidak berlangsung lama karena KKSB menyerang secara hit and run. Sementara itu, anggota Satgas Pamrahwan tidak bisa melakukan pengejaran lebih jauh dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam.

“Pelaku penyerangan diduga KKSB pimpinan Egianus Kogoya yang memang tidak menginginkan Proyek Pembangunan Jalan Trans Papua ini,” ucap Aidi.

Saat pengecekan pasukan, kata Aidi, diketahui Prada Usman terkena tembakan di pinggang kanan. Ia lalu mendapat perawatan dari tim medis. Satgas kemudian melaporkan kejadian ini ke satuan atas dan meminta bantuan evakuasi.

Karena kondisi cuaca hujan lebat, helikopter yang menjadi satu-satunya sarana angkutan tidak bisa mencapai lokasi kejadian hingga malam ini.

“Sekitar pukul 14.10 WIT, diterima laporan Prada Usman menghembuskan nafas terakhir. Ia gugur sebagai pahlawan pembangunan,” kata Aidi.

Rencananya, jenasah akan dibawa ke kampung halaman di kabupaten Yahukimo untuk dimakamkan.

Dibaca 242 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.