Gugatan Sengketa Hak Cipta Logo Provinsi Papua Barat Dicabut | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Gugatan Sengketa Hak Cipta Logo Provinsi Papua Barat Dicabut

Papua Barat Penulis  Jumat, 19 Juli 2019 14:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari melanjutkan sidang sengketa hak cipta logo Papua Barat yang dilayangkan Penggugat, Pieter Mambor, Kamis (18/7).

Dalam gugatannya, Mambor melayangkan gugatan terhadap Pemerintah Republik Indonesia cq Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat selaku Tergugat I dan mantan Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi selaku Tergugat II.

Persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Heru Hanindyo, SH, MH, LLM dengan agenda pembacaan tanggapan, para Tergugat menanggapi gugatan intervensi yang diajukan Jonson R. Yenu selaku Penggugat Intervensi I dan David Lawalata selaku Penggugat Intervensi II.

Penasehat hukum Tergugat I, Demianus Waney, SH, MH menjelaskan, dengan mencermati gugatan pokok atas hak cipta logo Provinsi Papua Barat yang diajukan Penggugat, Pieter Mambor melalui penasehat hukumnya, Yan C. Warinussy, SH telah dicabut, maka gugatan intervensi yang diajukan Penggugat Intervensi I dan Penggugat Intervensi II, dapat dinyatakan gugur demi hukum.

Untuk itu, Waney berharap majelis hakim PN Manokwari yang menyidangkan sengketa hak cipta logo Provinsi Papua Barat bisa menjatuhkan putusan sela, dengan menyatakan gugatan intervensi I dan intervensi II, tidak memenuhi syarat formil dan materil.

Ia menegaskan, dengan demikian, gugatan sengketa hak cipta logo Provinsi Papua Barat, dengan sendirinya beralih ke status quo (dianggap tidak pernah ada gugatan) atau tidak dapat diterima.

Atas tanggapan yang disampaikan penasehat hukum Tergugat I, majelis hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar jawaban majelis hakim. [BOM-R1] 

Dibaca 82 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX