Bahlil : Pengusaha Muda Papua Lebih Terobsesi dengan Urusan Politik | Pasific Pos.com

| 16 November, 2019 |

Bahlil Lahadalia Bahlil Lahadalia

Bahlil : Pengusaha Muda Papua Lebih Terobsesi dengan Urusan Politik

Papua Barat Penulis  Jumat, 19 Juli 2019 14:15 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia, memberikan motivasi kepada para pengusaha muda di Papua Barat.

Motivasi disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Diklat Pendidikan Daerah (Diklatda) yang diselenggarakan BPD Hipmi Papua Barat, di Swiss Belhotel, Kamis (18/7).

Salah satu nama yang disebut-sebut akan masuk cabinet kerja Presiden RI Joko Widodo ini menilai pengusaha muda Papua jarang terlihat menjadi pengusaha hebat. Hal itu, sebut dia karena mereka terlalu terobsesi dengan urusan politik.

“Kenapa pengusaha Papua jarang menjadi pengusaha hebat, karena baru jadi kontraktor punya duit 2-3 miliar ingin menjadi anggota DPR, ingin jadi bupati, gubernur, ini karakter kita yang menurut saya harus diubah,” ujar dia.

Dia menjelaskan, banyak hal politik yang menggiurkan, seperti menjadi bupati dan anggota dewan dan gubernur, namun bila ingin menjadi pengusaha hebat, pola pikir tersebut harusnya diubah.

“Tapi saya berpikir mendingan kita menjadikan orang jadi bupati, gubernur, anggota DPR, kemudian kita kendalikan mereka, daripada kita yang harus duduk disitu. Jadi enak. sebab tidak ada penguasa yang tidak membutuhkan pengusaha,” tukasnya.

Menurut dia, pola pikir tersebut yang belum terpintas di pikiran para pengusaha muda Papua, sehingga membuat mereka tidak dapat bersaing dengan pengusaha dari luar.

Pada kesempatan ini, Bahlil mengajak para pengusaha muda Papua mengubah pola pikir itu agar bisa menjadi pengusaha muda yang sukses.

Rakerda dan Diklatda III 2019 Hipmi Papua Barat, dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, dengan harapan para peserta Rakerda dan Diklatda yang berasal dari 9 BPC Hipmi kabupaten dan kota se Papua Barat benar-benar mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan dari Diklatda.

“Sebab kalau ilmu tidak dimanfaatkan maka tidak bisa mengubah perilaku, pola pikir, sehingga kita tetap akan tertinggal. Saya harap, Diklatda akan menambah kemampuan, kompetensi pengusaha yang ada di Hipmi Papua Barat. Jalin komunikasi secara baik dengan kepala daerah, karena pembangunan merupakan tugas dan tanggung jawab semua,” pesan Lakotani. [SDR-R3]

Dibaca 114 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX