Koni Papua 'Warning' Pelatih PON | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Kenius Kogoya Kenius Kogoya

Koni Papua "Warning" Pelatih PON

Olahraga Penulis  Kamis, 18 Juli 2019 23:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Sebagai langkah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, KONI Papua benar-benar fokus dalam menyiapkan atlet prestasi.

Namun demikian, KONI memperingatkan (warning) para pelatih yang saat ini ditunjuk oleh masing-masing cabang olahraga.

"Saya ingatkan kembali kepada para pelatih yang ditunjuk cabang olahraga untuk melatih untuk tidak rangkap melatih atlet POPNAS, jika sampai ada yang rangkap, maka langsung dicoret dari pelatih PON Papua," tegas Sekretaris KONI Papua, Kenius Kogoya kepada pers, Kamis malam.

Dikatakan Kenius Kogoya, kebijakan itu sudah disampaikan kepada masing-masing 47 pengprov cabang olaharaga pada fokus diskusi PON yang berlangsung di Hotel Swiss-Belhotel Jayapura beberapa waktu lalu.

“Kami sudah ingatkan di awal, bahwa pelatih yang sudah melatih persiapan PON itu akan tetap fokus untuk PON, dan tidak boleh merangkap untuk POPNAS,” ungkapnya.

Menurutnya, jika seorang pelatih memaksakan untuk merangkap PON dan POPNAS justru tidak akan maksimal dalam menciptakan atlet-atlet potensial. Sebab, program periodesasi latihan atlet POPNAS dan PON sangat jauh berbeda.

Sehingga, KONI Papua tidak akan tanggung-tanggung mencoret pelatih cabang olahraga PON jika dikemudian hari kedapatan metangkap menjadi pelatih POPNAS.

“Kita harapkan pelatih yang TC untuk PON jangan dia melatih di PONPNAS lagi, harus fokus untuk TC PON dan yang ingin berlatih di POPNAS silahkan berlatih disana. Kedapatan pelatih yang merangkap PON dan POPNAS saya coret,” tegasnya.

Ditambahkan, berbeda dengan atletnya. Jika kemudian hari ada atlet POPNAS yang potensial dan siap menjadi andalan Papua pada PON merupakan hal yang wajar.
“Kalau atletnya ada bermain untuk POPNAS dan PON itu tidak apa-apa, karena itu POPNAS memang tujuannya untuk menciptakan atlet berjenjang kedepan,” tandasnya

Dibaca 109 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.