Rawannya Penyelundupan Ganja, RI-PNG Harus Duduk Bersama | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

PLBN Skouw. PLBN Skouw.

Rawannya Penyelundupan Ganja, RI-PNG Harus Duduk Bersama

Kriminal Penulis  Kamis, 18 Juli 2019 18:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Meski sudah ada pos lintas batas negara (PLBN) terpadu di Skouw, Kota Jayapura, penyeludupan ganja dari Papua New Guinea (PNG) masih terus terjadi, meski berkali-kali aparat keamanan menangkap warga PNG saat pemeriksaan di wilayah perbatasan.

Konsul RI di Vanimo, Abraham Lebelauw mengatakan, masalah yang kerap terjadi di batas wilayah darat dan laut menjadi perhatiannya. Namun, masalah ini tak bisa diselesaikan oleh satu pihak, harus kedua negara duduk bersama.

"kami sudah mengusulkan kepada pihak PNG untuk dilakukan patroli bersama, tetapi PNG sendiri tidak punya tentara yang ada di pos-pos batas wilayah. kami juga minta aktif patroli bersama, itupun tidak gampang, karena semua pos batas tidak ada tentara PNG, di Keerom kita lengkap, itupun kita harus lewat sungai, kalau soal penyeludukan ganja dan lainnya kita harus harus ditangani secara bersama-sama," ujarnya kepada pers di Jayapura, Kamis (18/7).

Untuk memberikan pemahaman kepada warga negara Indonesia agar tidak melakukan pelanggaran di wilayah batas negara, Konsulat RI sudah melakukan sosialisasi batas laut Indonesia kepada nelayan di Kota Jayapura. Pada kesempatan itu, pihaknya meminta para nelayan agar berhati-hati saat melaut sehingga tidak sampai memasuki wilayah perairan Papua Nugini (PNG).

Ia menegaskan bahwa penerapan hukum yang diberlakukan di PNG mengacu standar Uni Eropa karena negara tetangga yang berbatasan langsung itu, oleh karena itu, para nelayan diminta mengecek berbagai perlengkapan, termasuk GPS agar tidak memasuki wilayah perairan PNG sebelum mulai melaut.

Namun, sosialisasi kepada nelayan maupun warga Papua akan terus dilakukan, agar kedepan tidak ada lagi masyarakat yang ditangkap aparat keamanan PNG, karena hanya gara-gara menangkap ikan dan melewati batas wilayah.

Dibaca 51 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.