Lemasko Desak Pemerintah Hentikan Pengiriman Sirtu Keluar Timika | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Tokoh masyarakat Kamoro, Marianus Maknaipeku Tokoh masyarakat Kamoro, Marianus Maknaipeku

Lemasko Desak Pemerintah Hentikan Pengiriman Sirtu Keluar Timika

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 18 Juli 2019 17:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Timika, Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) mendesak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika agar menghentikan pengiriman material galian C berupa pasir batu (Sirtu) dari kali Iwaka yang dilakukan oleh oknum pengusaha dengan cara bekerjasama dengan oknum pejabat di Mimika untuk dikirim keluar Timika.
 
Tokoh masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku mengaku, sebelum diketahui masyarakat, aktifitas pengiriman material pasir ke Dobo ini telah berlangsung sejak lama. Modus pengiriman ini dilakukan antar oknum pejabat Kabupaten Asmat dan Mimika sehingga bisa tembus hingga ke Dobo Maluku.
 
"Kalau tidak salah material yang ke Asmat itu untuk pembangunan bandara Ewer. Dulu ke Dobo dan Akhir-akhir ini paling sering di kirim ke Asmat," ungkap Marianus di Hotel Serayu, Rabu (17/7).
 
Lemasko sangat keberatan karena masyarakat Kamoro sangat dirugikan mengingat, selain mengorbankan lingkungan, juga tidak mendapatkan masukan dari hasil pengiriman pasir tersebut. 
 
Ia juga mengaku heran lantaran material pasir ini diangkut dari lahan miliki Kepala Kampung dan beberapa oknum anggota Dewan, akan tetapi tidak dicegat. Karena itu selain Pemkab, diharapkan DPRD harus bertindak sehingga meski diperbolehkan, tapi wajib memberikan retribusi bagi Mimika.
 
"Kami sangat dirugikan karena contoh saja harga satu truk itu Rp 80 ribu. Sedangkan untuk truk yang besar mencapai Rp 300 ribu. Apalagi kalau sekali dikirim mencapai satu ton," ungkapnya.
 
Selanjutnya, jika tidak ada tindak lanjut dari Pemkab dan DPRD maka Lemasko yang akan melakukan pemalangan tongkang pengiriman material pasir yang terletak di wilayah Poumako itu. 
 
Bisa diijinkan, tapi harus melalui kesepakatan bersama lembaga adat dengan perhitungan pembayaran mundur sejak material mulai dikirim ke luar Timika.
Dibaca 640 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.