Asmat, Pegubing dan Yahukimo Rawan Konflik Pilkada | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Asmat, Pegubing dan Yahukimo Rawan Konflik Pilkada

Headline Penulis  Jumat, 07 Agustus 2015 08:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah, yang akan digelar serentak pada 9 Desember 2015, tiga Kabupaten di Papua, Yakni Kabupaten Asmat, Pegunungan Bintang (Pegubing) dan Kabupaten Yahukimo masuk dalam peta rawan konflik Polda Papua.
Hal itu disampaikan Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Tatang dalam pertemuan dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) di Sanana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis kemarin.
Ia mengatakan, tiga daerah tersebut merupakan daerah potensi konflik yang sangat tinggi. tapi Kami dari Polda Papua bersama Kodam XVII Cenderawasih telah melakukan koordinasi dan pola pengamanan agar tidak terjadi konflik di daerah tersebut.
Namun tidak menutup kemungkinan 8 kabupaten lain  yang menyelenggarakan pilkada serentak, kemungkinan bisa juga terjadi konflik. “Kalau pilkada serentak di Papua konflik horizontal dapat dipastikan bisa terjadi, maka itu, kita akan melakukan pengamanan yang kuat, agar pilkada serentak di Papua bisa berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Sementara itu, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Tatang Sulaiman, mengatakan dalam menghadapi pilkada serentak di Papua, Kodam pada prinsipnya hanya membeck up Polda Papua dalam melakukan pengamanan.
‘’Kodam siap sukseskan pilkada serentak di Papua, kalau Polda minta bantuan pengamanan, baru kita geser pasukan, dan kodim-kodim di daerah sudah siap untuk membantu Polres setempat,’’ kata Kasdam.
Ditambahkan, Kodam XVII Cenderawasih dalam hadapi pilkada serentak tahun 2015 mendapat tiga bantuan hely dari Mabes TNI. ‘’Tiga hely ini akan stand bay, jika KPU minta bantuan untuk distribusi surat suara ke daerah-daerah yang sulit di jangkau,’’ tutupnya. (Bams)

Dibaca 1723 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.