Elias:”Penertiban Bukan Untuk Mempersulit” | Pasific Pos.com

| 17 October, 2019 |

Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Elias Refra (foto:iis) Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Elias Refra (foto:iis)

Elias:”Penertiban Bukan Untuk Mempersulit”

Papua Selatan Penulis  Selasa, 16 Juli 2019 20:20 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Elias Refra mengemukakan bahwa penertiban pedagang yang berjualan di pinggir jalan secara bertahap sudah dilakukan, termasuk yang terakhir adalah penertiban pedagang babi dan ayam di Jalan Ermasu juga sudah dilakukan. Untuk para pedagang yang berjualan di sekitar lampu merah Jalan Parako atau di sekitar pasar buah juga sudah dilakukan upaya pendekatan secara persuasif. “Kita dalam bertindak juga mengedepankan hati dan tetap menghargai orang. Jadi secara persuasif kita datang untuk mengingatkan mereka agar dapat menertibkan lapak tempat mereka berjualan.

Sebab kondisi yang semerawut tentu tidak akan baik dan mengganggu keindahan kota. Begitu pula untuk pedagang yang selama ini mangkal di Jalan Ahmad Yani juga sudah ditertibkan agar kota ini selalu dalam keadaan bersih,”ujar Elias kepada ARAFURA News di ruang kerjanya belum lama ini. Pihaknya tidak pernah berhenti untuk memberikan himbauan dan edukasi kepada para pedagang dengan harapan para pedagang dapat mematuhi. Tidak hanya lapak yang ditertibkan, pihaknya beberapa waktu lalu juga menurunkan sejumlah baliho dan spanduk ucapan yang sudah habis masa berlakunya.

Sebenarnya pihaknya sudah memberikan himbauan agar pihak pemasang dapat menurunkan sendiri namun sampai batas waktu yang sudah ditentukan ternyata tidak ditanggapi sehingga Satpol PP yang langsung turun tangan. “Apa yang dilakukan tidak ada maksud lain, semua demi kepentingan dan kebaikan daerah ini. Sama sekali tidak ada maksud untuk membuat susah orang melainkan hanya untuk membuat semua berjalan baik dan taat pada aturan,”jelasnya.

Dibaca 125 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.