Nenek Kena Tipu, Uang Dibank Digasak | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Ajun Komisaris Polisi, Suhardi Ajun Komisaris Polisi, Suhardi

Nenek Kena Tipu, Uang Dibank Digasak

Papua Selatan Penulis  Selasa, 16 Juli 2019 20:15 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

MERAUKE,ARAFURA,- Anggota Satuan Reskrim Polres Merauke kini sedang bekerja keras melakukan penyidikan dan penyidikan terkait kasus pencurian dengan modus penipuan yang dilaporkan oleh Nelly Nanarian ke Sentral Pelayanan Terpadu Polres Merauke sejak Jumat lalu. Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi, Suhardi ketika dikonfirmasi menerangkan bahwa kasus pencurian dengan modus penipuan yang kini ditangani oleh Sat Reskrim Polres Merauke berdasarkan laporan polisi LP/294/VII/2019/Papua/Res.Merauke, dengan terduga pelaku berinisial PEL.

"Pelaku dan korban ini mereka saling kenal, modus pelaku yakni memanfaatkan kekurangan korban yang telah lanjut usia," terangnya. Suhardi menjelaskan, kasus yang menimpa korban terjadi beberapa bulan lalu, dimana saat itu pelaku datang ke rumah korban yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Maro untuk meminta tanda tangan korban dengan alasan ingin bekerja. Namun sayangnya kertas yang ditandatangani oleh korban bukan surat lamaran kerja melainkan surat kuasa penarikan uang di salah satu bank di Merauke.

"Pelaku mengelabui korban lantaran saat  itu kondisi penglihatanya dan pendengarannya kurang bagus. Pelaku akhirnya dapat melakukan penarikan uang senilai Rp 9 juta dari rekening korban sebanyak tiga kali,"jelasnya. Tidak hanya melakukan penarikan uang milik korban melalui surat kuasa, pelaku juga berhasil menggasak uang dan perhiasan korban bernilai belasan juta dari dalam lemari. Akibat kasus pencurian dan penipuan ini, korban mengalami kerugian hingga Rp. 23 juta.

Lebih lanjut ia menambahkan, kasus tersebut masih didalami dan pelaku kini telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Kasus ini masih akan di dalami, tidak menutup kemungkinan pelaku akan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian dan penipuan," terangnya.

Dibaca 43 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX